TribunKaltim/

Wantanas Kaji Pembentukan Kabudaya Perbatasan, Warga Minta Pengakuan

“Masak negara dalam hal ini Presiden membiarkan wilayah tersebut tidak diikat entitas wilayahnya dengan Kabudaya?,” ujarnya.

Wantanas Kaji Pembentukan Kabudaya Perbatasan, Warga Minta Pengakuan
TRIBUN KALTIM/DOAN PARDEDE
Pelajar di pedalaman Kabupaten Nunukan antusias menyambut kedatangan anggota Dewan Ketahanan Nasional. 

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Warga di pedalaman Kabupaten Nunukan berharap hasil kajian yang dilakukan Dewan Ketahanan Nasional terhadap pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Bumi Dayak (Kabudaya) Perbatasan, benar-benar memberikan solusi terhadap sejumlah persoalan terutama menyangkut batas negara dengan Malaysia.

Dewan Ketahanan Nasional sehari sebelumnya pada Kamis (16/3/2017) melakukan kajian dengan mendatangi langsung wilayah yang akan diusulkan dimekarkan dari Kabupaten Nunukan itu.

Muriono ST, seorang warga mengatakan, selama ini Dewan Adat Dayak Agabag telah membentuk Bilateral Meeting Indigenous People Of Murut Indonesia-Malaysia, dengan tujuan agar wilayah perbatasan tetap utuh.

“Dimana kami dari adat mengupayakan pengakuan antar adat batasnya mengikuti klaim Indonesia saat ini. Artinya kami dari adat sudah saling mengakui batas tersebut, sebagai batas adat dengan saudara-saudara kami di Malaysia yang kami sebut Bilang,” ujarnya.

Karena itu, pihaknya juga menuntut pembentukan Kabudaya Perbatasan.

“Masak negara dalam hal ini Presiden membiarkan wilayah tersebut tidak diikat entitas wilayahnya dengan Kabudaya?,” ujarnya.

Deputi Sistem National Dewan Ketahanan Nasional, Mayjen TNI Aris Martono Haryadi yakin DOB Kabudaya Perbatasan layak direalisasikan. Karena itu pihaknya segera melaporkan kepada Presiden Joko Widodo sebagai Ketua Wantanas.

“Akan kami laporkan kepada Presiden terkait pembentukan DOB Kabudaya Perbatasan, karena layak direalisasikan dan akan direkomendasikan kepada kementerian terkait,” ujarnya.

Dia mengatakan, sebagai salah satu wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia, tentu harus tercipta kesejahteraan dari segala aspek di daerah tersebut.

“Di samping sebagai bentuk aktualisasi dari Nawacita, kesejahteraan masyarakat di daerah perbatasan juga akan membendung ketergantungan pola hidup terhadap negara tetangga,” ujarnya.

Halaman
123
Penulis: Niko Ruru
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help