TribunKaltim/

Dugaan Pungli di TPK Palaran

BREAKING NEWS - OTT di Pelabuhan Peti Kemas Samarinda, Polisi Belum Tetapkan Tersangka

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribunkaltim.co, kedatangan Menhub Budi untuk meninjau langsung aktivitas bongkar muat di pelabuhan Peti Kemas.

BREAKING NEWS - OTT di Pelabuhan Peti Kemas Samarinda, Polisi Belum Tetapkan Tersangka
TRIBUN KALTIM/CORNEL DIMAS SATRIO KUSBIANANTO
Wakapolda Kaltim memasuki ruang VIP Bandara Temindung, Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (19/3/2017) pukul 13.30 Wita. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Wakapolda Kaltim Brigjen Pol Mulyana Harjo mengatakan hingga kini pihaknya belum bisa menetapkan tersangka dalam kasus pungli di Terminal Peti Kemas (TPK) Palaran, Samarinda, Kalimantan Timur.

"Belum, saya belum ke sana. Ini masih menunggu Pak Menteri. Itu nanti urusannya dengan Kabid Humas," ujar Mulyana sambil berjalan menuju ruang VIP Bandara Temindung, Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (19/3/2017) pukul 13.30 Wita.

Wakapolda bersama Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, dan Kepala Dinas Perhubungan Kaltim Salman saat ini menunggu kedatangan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi di ruang VIP Bandara Temindung, Samarinda, Kalimantan Timur.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribunkaltim.co, kedatangan Menhub Budi untuk meninjau langsung aktivitas bongkar muat di pelabuhan Peti Kemas, Palaran, Samarinda Seberang, Kalimantan Timur.

Baca: BREAKING NEWS - Tiba di Ruang VIP Bandara, Gubernur dan Wakapolda Kaltim Tunggu Kedatangan Menhub

Sebelumnya, Bareskrim Mabes Polri bersama Polda Kaltim melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di TPK Palaran, Samarinda, Jumat (18/3/2017).

Dari hasil OTT itu, polisi mengamankan uang tunai senilai Rp 1,6 miliar dan menahan karyawan Koperasi Pemuda Demokrasi Indonesia Bersatu (PDIB).

Baca: OTT Komura, Polda Kaltim akan Periksa Walikota Syaharie Jaang

Koperasi ini diduga memungut biaya kepada truk yang akan masuk ke TPK Palaran. (*)

Penulis: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help