Dugaan Pungli di TPK Palaran

BREAKING NEWS - Syaharie Jaang Tegaskan SK Perwali hanya untuk Parkir

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, terkait OTT tersebut, polisi berencana memeriksa Walikota Samarinda Syaharie Jaang.

BREAKING NEWS - Syaharie Jaang Tegaskan SK Perwali hanya untuk Parkir
TRIBUN KALTIM/CORNEL DIMAS SATRIO KUSBIANANTO
Walikota Samarinda Syaharie Jaang diserbu awak media saat tiba di Bandara Temindung, Samarinda, Sabtu (19/3/2017) pukul 14.30 Wita. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Walikota Samarinda Syaharie Jaang menjawab perihal Operasi Tangkap Tangan (OTT) di jalan masuk menuju Terminal Peti Kemas (TPK) Palaran, yang dikelola Koperasi Pemuda Demokrasi Indonesia Bersatu (PDIB), Sabtu (18/3/2017).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, terkait OTT tersebut, polisi berencana memeriksa Walikota Samarinda Syaharie Jaang.

Alasannya, Jaang diduga menerbitkan SK Walikota yang memayungi pemungutan biaya menuju jalan masuk TPK Palaran oleh PDIB.

"Nanti kita juga periksa Walikota (Samarinda). Soalnya, kan truk yang lewat jalan menuju ke Pelabuhan Palaran itukan ditarik Rp 20 ribu. Itu tidak boleh," kata Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin.

Baca: BREAKING NEWS - Tiba di Bandara Temindung, Walikota Syaharie Jaang Langsung Diserbu Awak Media

Baca: OTT Komura, Polda Kaltim akan Periksa Walikota Syaharie Jaang

Menjawab hal itu, Jaang mengaku sudah diperiksa oleh Bareskrim Mabes Polri.

Namun, ia menyatakan bahwa SK tersebut bukan mengatur terkait pungutan kendaraan yang masuk ke Pelabuhan Palaran, melainkan hanya untuk parkir.

"Sudah saya jelaskan soal itu dalam pemeriksaan hari ini. Intinya, SK itu hanya untuk parkir. Tidak ada untuk pungutan masuk," katanya, saat ditemui di Pelabuhan Temindung Samarinda, Sabtu (18/3/2017).

Meski demikian, Jaang menyebut, ia akan kembali diperiksa lagi oleh tim. Bareskrim Polri.

"Nanti akan diperiksa kembali, " ucapnya. (*)

Penulis: Anjas Pratama
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help