Berita Pemkab Kutai Timur

Lantik Pengurus KKSU, Bupati Ajak Warga Sulawesi Utara Ikut Jaga Persatuan NKRI

"Paling penting adalah turut mendukung kondusifitas di Kutim secara luas," kata Ismu.

Lantik Pengurus KKSU, Bupati Ajak Warga Sulawesi Utara Ikut Jaga Persatuan NKRI
HO_HUMAS SETKAB KUTIM
Resmi dilantik Ketua KKSU-Kutim dan segenap pengurus oleh Bupati Ismunandar. Orang nompr satu di Pemkab didaulat (pengangkatan) sebagai tokoh pemimpin adat Sulut hal ini ditandai dengan di pakaikannya pakaian adat Sulut "Tona'as" 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Keanekaragaman budaya dan adat istiadat selalu mendapat tempat di Kabupaten Kutai Timur (Kutim).

Sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim terhadap keberagaman suku bangsa melalui paguyuban, Bupati Kutim Ismunandar melantik Kerukunan Keluarga Sulawesi Utara (KSSU) Kutim priode 2016-2020.

Pelantikan yang digelar di GOR Swarga Bara, Sangatta Utara, Sabtu (11/3), dihadiri Wakil Bupati Kasmidi Bulang dan Wakil Ketua DPRD Kutim Encek UR Firgasih serta perwakilan paguyuban di Kutim lainnya.

Ismunandar berharap seluruh pengurus dapat melaksanakan tugas dan fungsinya dengan amanah yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Paling penting adalah turut mendukung kondusifitas di Kutim secara luas," kata Ismu.

Seluruh warga Sulawesi Utara, kata Ismu, juga dapat menanamkan dan mengedepankan kekompakan. Mempererat jalinan silaturahmi dengan paguyuban-paguyuban kedaerahan lainnya yang ada di Kutim. Menjunjung tinggi nilai Pancasila serta Kebhinekaan Tunggal Ika.

Artinya walaupun berbeda-beda, namun tetap satu. Jadi segala hal yang dapat mengalang persatuan dalam menjaga kedulatan NKRI wajib dikedepankan. Diakhir perjumpaan Bupati mencoba berbahasa daerah dari Sulawesi Utara, yakni Minahasa.

"Torang samua basodara, selalu jalin kekompakan, kebersamaan demi persatuan bangsa dan tanah air," ujar Ismunandar.

Senada, Ketua KKSU terpilih Philipus Bukidz mengucapkan rasa terima kasih mendalam pada Bupati, Wabup, Wakil Ketua DPRD Kutim yang sudah memberikan apresiasi bagi segenap pengurus KKSU termasuk warga Sulut lainnya.

"Luar biasa sekali baru sekali dalam sejarah KKSU, kegiatan pelantikan (KKSU) dihadiri Bupati, Wabup, dan Wakil Ketua DPRD. Hal ini menunjukan para pemimpin kita, baik di pemerintahan maupun legislatif sangat peduli keberadaan kami (paguyuban) di Kutim," kata Philipus.

Philipus berjanji akan bersinergi dengan pemerintahan dan DPRD Kutim terutama dalam menjaga persatuan dan kesatuan.

Sebab KKSU merupakan organisasi masyarakat kedaerahan yang turut mengakomodir perwakilan masyarakat Sulut yang berdomisili di Kutim. Dirinya menegaskan dalam berorganisasi tetap patuh dan taat dengan peraturan yang diterapkan oleh pemerintah. Tidak melakukan berbagai tindakan yang melanggar hukum.

“Berbagai program KKSU periode yang lalu dan sekarang terus berjalan. Contohnya saat pelaksanaan pesta adat, serta melakukan aksi bakti sosial seperti di KM 13 Rantau Pulung dan sekitar Sangatta. Aksi sosial kami juga akan berlanjut hingga merambah Bengalon, Wahau dan Sangkulirang,” kata Philipus.(advertorial/hms12)

Editor: Kholish Chered
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help