Mancanegara

Parah, Foto Telanjang Anggota Marinir Wanita AS Diunggah di Facebook Tanpa Izin

Evans menambahkan, jumlah pelapor mungkin bisa meningkat dua kali dari sebelumnya, yang hanya 10 pelapor.

Parah, Foto Telanjang Anggota Marinir Wanita AS Diunggah di Facebook Tanpa Izin
Associated Press
Mantan anggota Korps Marinir AS, Erika Butner (kanan) didampingi pengacaranya, melaporkan kasus foto telanjang dirinya telah diunggah ke situs media sosial Facebook tanpa izin. (Associated Press) 

TRIBUNKALTIM.CO -  Sebanyak 20 perempuan anggota Korps Marinir Amerika Serikat melaporkan bahwa foto-foto telanjang mereka telah dipasang di akun Facebook tanpa izin.

Foto-foto bugil mereka diunggah ke Facebook oleh anggota Korps Marinis AS lainnya, baik yang masih aktif maupun mantan atau pensiunan, dan umumnya pria.

Curtis Evans, Kepala Divisi Penyelidikan Kriminal Angkatan Laut (NCIS) menyampaikan hal itu kepada wartawan, Jumat (17/3/2017), seperti dilaporkan Associated Press.

Evans menambahkan, jumlah pelapor mungkin bisa meningkat dua kali dari sebelumnya, yang hanya 10 pelapor.

Para perempuan pensiunan atau mantan marinir dan yang masih aktif mengatakan, foto-foto mereka dan beberapa rekannya telah dibagikan ke media sosial tanpa persetujuan mereka.

Korps Marinir AS belakangan ini diguncang oleh skandal yang melibatkan kelompok yang bernama “Marines United”, pengunggah foto-foto bugil para perempuan anggota marinir tersebut.

Pemasangan foto-foto bugil tersebut juga disertah dengan beragam komentar yang tak senonoh, merendahkan dan antiperempuan.

NCIS telah memulai penyelidikan tentang hal itu, dan sejumlah anggota DPR senior telah mengutuk pelecehan terhadap perempuan itu.

Evans mengatakan pada wartawan, ia memperkirakan jumlah perempuan yang mengadu kepada polisi militer akan terus bertambah.

NCIS akan memperluas penyelidikan dengan memeriksa kelompok-kelompok dan situs-situs internet yang melakukan hal itu selain “Marines United”.

Para pejabat mengatakan awal pekan ini setidaknya 17 situs baru yang sedang diperiksa dan sebanyak 30.000 gambar tersebar dalam katalog situs tersebut. Namun banyak juga gambar duplikat.

Mayoritas foto, kata para pejabat, adalah foto narsis atau swafoto. Tidak tampak bahwa foto itu diambil secara diam-diam oleh orang lain. (Kompas.com/Dewi Agustina)

Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help