TribunKaltim/

Akhir Pekan, Warga dan Pekerja Berunjuk Rasa di Obyek Wisata Pantai Lamaru

Sambil membakar ban bekas, para demonstran saling bergantian memberikan orasinya.

Akhir Pekan, Warga dan Pekerja Berunjuk Rasa di Obyek Wisata Pantai Lamaru
TRIBUN KALTIM / NALENDRO PRIAMBODO
Ratusan demonstran yang terdiri dari para pekerja, nelayan, serta warga di 3 RT sekitar obyek wisata Pantai Lamaru berbondong-bondong menutup akses jalan menuju obyek wisata tersebut pada Minggu (19/3/2017). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Obyek wisata Pantai Lamaru, Kelurahan Manggar, Balikpapan, yang biasanya ramai dikunjungi wisatawan di akhir pekan, mendadak berubah menjadi arena unjuk rasa.

Ratusan demonstran yang terdiri dari para pekerja, nelayan, serta warga di 3 RT sekitar obyek wisata tersebut berbondong-bondong menutup akses jalan menuju obyek wisata tersebut pada Minggu (19/3/2017).

Sambil membakar ban bekas, para demonstran saling bergantian memberikan orasinya.

Mereka menuntut pengelola obyek wisata untuk memenuhi hak pekerja yang sudah diatur dalam UU No 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang selama ini tidak diindahkan pihak pengelola.

"Ada 4 tuntutan yang kami ajukan pada pengelola. Pertama, angkat karyawan sebagai pegawai tetap. Dua, berlakukan upah sesuai UMK Balikpapan. Tiga, berlakukan slip gaji . Empat, pengelola harus patuh pada UU Ketenagakerjaan," ujar Sofyan Jufri, kordinator lapangan aksi kali ini.

Menurutnya, selama ini pihak pengelola obyek wisata Pantai Lamaru tidak pernah mematuhi UU Ketenagakerjaan dalam hal pengangkatan pekerja sebagai karyawan tetap.

"Dalam UU Ketenagakerjaan kan sudah jelas, masa kontrak paling lama 3 tahun. Ini sudah ada karyawan yang bekerja selama 3-8 tahun tapi tidak kunjung diangkat sebagai karyawan tetap," kata Sofyan.

Sekitar pukul 10.00 Wita, perwakilan demonstran dipersilahkan mengikuti mediasi dengan pihak pengelola obyek wisata.

"Dari hasil mediasi, pihak pengelola setuju untuk mengangkat 37 karyawan sebagai pekerja tetap," kata Sofyan.

Sementara itu, Toni Kansil, Manajer Pengelola Obyek Wisata Pantai Lamaru, ketika dimintai penjelasan oleh Tribun terkait aksi dan hasil mediasi hari ini, urung memberikan penjelasan.

"Jangan dulu ya Mas, ini masalah intern perusahaan," kata Toni.

Terkait dengan tuntutan hari ini, ia tidak banyak berkomentar

"Kami akan coba selesaikan segera agar tidak berlarut masalahnya," ujarnya singkat.

Aksi tersebut berakhir sekitar pukul 11.30 Wita. Setelah itu aktivitas wisata kembali berjalan dengan normal. (*)

Penulis: Nalendro Priambodo
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help