Balikpapan Butuh 200 Ribu Kartu Identitas Anak, Namun Ini Kendalanya

Keberadaan KIA akan berguna bagi kejelasan garis keturunan serta mempermudah memperoleh hak-hak sebagai anak dengan persyaratan penunjukan KIA.

Balikpapan Butuh 200 Ribu Kartu Identitas Anak, Namun Ini Kendalanya
tribunkaltim.co/Samir Paturusi
Ilustrasi. Inilah Kartu Identitas Anak (KIA) yang siap dibagikan. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Balikpapan diperkirakan membutuhan kucuran dana sebesar setengah miliar rupiah dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk pengadaan Kartu Identitas Anak (KIA)

KIA merupakan bagian dari program nasional pemerintah pusat.

Demikian disampaikan Kepala Disdukcapil Kota Balikpapan, Chairil Anwar, yang menuturkan kepada Tribunkaltim.co, Minggu (19/3/2017).

Pembuatan KIA telah mendapat bantuan dari pusat sebesar Rp 1 miliar namun dianggap masih kurang karena mahalnya bahan pembuatan kartu khusus anak ini.

"Kami nanti ajukan lagi ke anggaran tambahan 2017 di APBD Balikpapan sebesar Rp 500 juta. Yang membuat mahal itu riben colour dengan film ya," katanya.

Sebenarnya, program pengadaan KIA di Kota Balikpapan sudah berlangsung sebelum ada imbauan dari pemerintah pusat.

Baca: Disdukcapil Siap Jemput Bola Pembuatan KIA yang Bentuknya Mirip e-KTP tapi Beda Warna

Saat itu KIA lokal berbau Balikpapan berwarna merah jambu namun kini dinasionalkan program KIA menjadi merah putih.

"Sudah sampai 50 ribu KIA lokal khusus Balikpapan yang kami terbitkan. Sekarang sudah tidak lagi. Ikut nasional. Berlaku yang nasional, merah putih," ujar Anwar.

KIA semacam identitas diri bagi anak-anak yang berumur 0 sampai 16 tahun.

Halaman
123
Penulis: Budi Susilo
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help