Dugaan Pungli di TPK Palaran

BREAKING NEWS - Kasus Pungli Terminal Peti Kemas Palaran, Sekretaris Komura Jadi Tersangka

Selain itu TPK Palaran juga tidak memerlukan TKBM banyak, karena proses bongkar muat sebagian besar menggunakan crane.

BREAKING NEWS - Kasus Pungli Terminal Peti Kemas Palaran, Sekretaris Komura Jadi Tersangka
TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HP
Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin menjelaskan kronologi OTT di Koperasi TKBM Komura Samarinda, berikut menampilkan barang bukti uang tunai Rp 6,1 miliar. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Usai memeriksa lebih 24 pegawai Kantor Koperasi Samudera Sejahtera (Komura) dan PT Pelabuhan Samudera Palaran (PT PSP), Jumat (17/3/2017) lalu, akhirnya Polri telah menetapkan seorang tersangka.

Sekretaris Komura dengan inisial DHW ditetapkan penyidik sebagai tersangka kasus dugaan praktik pungutan liar (pungli) di Terminal Peti Kemas (TPK), Palaran, Samarinda, Kalimantan Timur.

Hal tersebut diungkapkan Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana, didampingi dan Direktur Reskrimsus Polda Kaltim Kombes Pol Nasri, Sabtu (19/3/2017) sekitar 13.00 Wita.

"Masih akan berkembang lagi. Beberapa saksi-saksi di samping orang-orang yang diamankan dalam OTT terus kami lakukan pemeriksaan, termasuk Jafar Al Gafar selaku Ketua Koperasi Komura,” ujar Ade Yaya.

Baca: Uang yang Disita dari Koperasi Buruh Pelabuhan Samarinda Ada 4 Kardus

Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dipimpin langsung Bareskrim Polri bersama Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin, Jumat (17/3/2017) lalu, turut mengamankan uang sebesar Rp 6,1 miliar.

Diduga kuat uang yang disimpan dalam kardus saat diamankan dari Kantor Komura merupakan uang hasil kejahatan (Corpora delict).

“Karena berdasarkan keterangan dari bagian keuangan PT PSP (PT Pelabuhan Samudera Palaran selaku pengelola Terminal Petikemas Palaran, red) serta alat bukti yang ada, bahwa selama kurun waktu satu tahun 2016-2017, PT PSP telah melakukan pembayaran sebanyak kurang lebih Rp. 31 miliar,” kata Ade Yaya Suryana.

Baca: VIDEO - Terkait OTT, Ini Komentar Walikota Samarinda Setelah Jalani Pemeriksaan

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help