Transfer Pemain

Rencana Juventus Rekrut Messi Terganjal Skandal Calciopoli

Liga Champions menjadi satu-satunya gelar yang tidak pernah dimenangi Juventus sejak 1996.

Rencana Juventus Rekrut Messi Terganjal Skandal Calciopoli
LLUIS GENE/AFP
Lionel Messi merayakan golnya saat Barcelona menang 5-0 atas Celta Vigo di Stadion Camp Nou, Sabtu (4/3/2017). 

TRIBUNKALATIM.CO - Mauro Camoranesi mengklaim bahwa eks timnya, Juventus, berpeluang merekrut Lionel Messi dari Barcelona apabila tidak tersangkut kasus calciopoli.

Dijelaskan Camoranesi, ketertarikan Juventus dimulai pada 2005, tahun ketika Messi menjalani debut profesional pada usia 18 tahun.

Saat itu, kursi pelatih I Bianconeri, julukan klub, masih diduduki Fabio Capello. Sang pelatih meminta manajemen untuk terus memantau perkembangan Messi muda di Barcelona.

"Dia mengindentifikasi Messi sebagai pemain berbeda dan memprediksinya jadi salah satu pemain terbaik dunia," tutur Camoranesi.

"Selalu dikatakan Capello, kami harus menunggu hingga Messi hingga benar-benar menunjukkan bakatnya, meskipun membuat nilai transfer bisa lebih mahal," ucap mantan pemain tim nasional Italia itu.

(Baca juga: Yaya Toure: Manchester City Tidak Memiliki Sejarah )

Manajemen Juventus mematuhi imbauan Capello untuk menunggu. Namun, hal itu justru membuat rencana merekrut Messi batal terlaksana.

Pada musim panas 2006, Juventus harus terdegradasi ke Serie B akibat skandal calciopoli. Kasus itu juga membuat Capello memilih hengkang ke Real Madrid.

"Saya berpikir, apabila bertahan di Serie A dan merekrut Messi, kami sudah memenangi Liga Champions. Itu tidak diragukan lagi," ujar Camoranesi.

Liga Champions menjadi satu-satunya gelar yang tidak pernah dimenangi Juventus sejak 1996. Sebaliknya, Messi sudah mencicipinya sebanyak empat kali sepanjang karier.

Klaim dari Camoranesi sekaligus menjadi "bumbu" pertemuan Barcelona dan Juventus pada perempat final Liga Champions. 

Duel pertama berlangsung di Juventus Stadium, 11 April 2017, sedangkan partai kedua digelar di Stadion Camp Nou, 19 April 2017. (Kompas.com)

Editor: Kholish Chered
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help