TribunKaltim/
Home »

News

» Etam

Dugaan Pungli di TPK Palaran

BREAKING NEWS - Dua Koperasi Disebut Terlibat dalam Kasus Pungli, Rupanya Ini yang Dilakukan Komura

Perihal sepinya aktivitas di TPK Palaran, menurut Sugito, hanya disebabkan saat itu tidak ada kapal pengangkut peti kemas yang sandar.

BREAKING NEWS - Dua Koperasi Disebut Terlibat dalam Kasus Pungli, Rupanya Ini yang Dilakukan Komura
tribunkaltim.co/rafan arif dwinanto
Bagian Operasional PT PSP, Julius bersalaman dengan Kapolda Kaltim, Irjen Pol Safaruddin usai menjelaskan kondisi terkini di TPK Palaran, Senin (20/3/2017). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Beberapa hari belakangan ini, Terminal Peti Kemas (TPK) Palaran, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) jadi buah bibir. Lantaran kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Bareskrim Mabes Polri dan Polda Kaltim.

Dua koperasi terseret dalam kasus ini yakni Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Samudra Sejahtera (Komura), dan Koperasi Serba Usaha (KSU) Pemuda Demokrat Indonesia Bersatu (PDIB).

Saat ditemui, Senin (20/3/2017), Advisor PT PSP Sugito memaparkan aktivitas di TPK Palaran sama sekali tak terganggu OTT yang dilakukan kepolisian.

Perihal sepinya aktivitas di TPK Palaran, menurut Sugito, hanya disebabkan saat itu tidak ada kapal pengangkut peti kemas yang sandar.

Baca: OTT Pungli di Terminal Peti Kemas Palaran, Polri Tetapkan Tiga Tersangka

"Oh, sekarang masih sepi karena belum ada kapal yang masuk. Nanti malam pukul 22.00 Wita baru ada kapal datang lagi," ungkapnya.

Mengenai OTT yang menimpa Komura, Kepala Operasional PT PSP Julius mengatakan, terdapat 10 unit kerja Komura di TPK Palaran.

Satu unit kerja, katanya, berisi 30 TKBM. Jumlah tersebut, menurut Julius, sangat banyak. Melebihi kebutuhan tenaga untuk aktivitas bongkar muat peti kemas.

Julius memaparkan, untuk satu unit kapal yang sandar, hanya diperlukan sekita 4 TKBM, karena proses penurunan kontainer dari kapal hingga ke truk pengangkut, dikerjakan oleh mesin.

Baca: Ini Dia Pelanggaran yang Ditemukan Penyidik Kasus Dugaan Pungli Senilai Rp 6,1 Miliar

Ke empat TKBM ini bertugas memasang dan melepas sepatu kontainer.

"Tiga orang (TKBM) di atas kapal untuk memasang sepatu, dan satu TKBM di bawah untuk melepas. Jadi, kalau satu kapal itu ada 30 TKBM, itu terlalu banyak. Kelebihan 26 orang," ungkap Julius.

Meski demikian, kata Julius, PT PSP tak bisa menolak permintaan Komura. Alasan yang dipaparkan Julius, PT PSP takut diintimidasi.

"Ya kita tidak bisa berbuat apa-apa. Pernah kita diintimidasi. Mulai protes-protes biasa, sampai aksi unjukrasa," ungkapnya. (*)

Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help