Home »

News

» Etam

Dugaan Pungli di TPK Palaran

BREAKING NEWS: Pengembangan Terbaru OTT, Tak Ada Pekerjaan, Komura Tetap Pungut dari Perusahaan

Tapi, biar pun TKBM kehilangan pekerjaan, Komura tetap meminta jatah dari perusahaan batu bara dan sawit yang punya CPO (crude palm oil).

BREAKING NEWS: Pengembangan Terbaru OTT, Tak Ada Pekerjaan, Komura Tetap Pungut dari Perusahaan
tribunkaltim.co/rafan a dwinanto
Kapolda Kaltim, Irjen Pol Safaruddin menjelaskan perkembangan terbaru kasus OTT di Terminal Peti Kemas Palaran, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, Senin (20/3/2017). 

Baca: BREAKING NEWS - Mobil Mewah hingga Rumah Berkolam Renang, Inilah Aset yang Disita Polisi

Penyidik, kata Safaruddin, akan berkoordinasi dengan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) dan Asosiasi Pengusaha Batu bara Indonesia, untuk mendapat keterangan lebih lanjut.

Selama ini, lanjut Safaruddin, Komura menggunakan kekuatan kelompoknya untuk memaksa perusahaan batu bara dan sawit agar terus memberikan setoran.

"Kenapa Komura bisa begitu? Karena dia membuat perjanjian sepihak.

Menekan perusahaan dengan melakukan rapat, dan saat rapat mendatangkan massa untuk menekan perusahaan supaya mau memberi pungutan jadi ini Pasal 368 pemerasan," tutur Kapolda. 

Baca: BREAKING NEWS - Geledah Kantor PDIB, Satu Orang Dibawa Bareskrim

Diketahui, OTT di Terminal Peti Kemas (TPK) Palaran melibatkan dua koperasi yakni, Komura dan Koperasi Serba Usaha (KSU) Pemuda Demokrat Indonesia Bersatu (PDIB). 

Dalam kasus ini, polisi menetapkan tiga tersangka, yakni DH dari Komura serta HS dan NA sebagai Ketua dan Sekretaris PDIB.

Berbeda dengan Komura, jumlah barang bukti yang diamankan dari PDIB hanya senilai Rp 5 juta. (*)

Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help