TribunKaltim/

Dikenal Pendiam, Pria Ini Nekat Bunuh Diri

Berkali-kali pintu kamar yang terletak di lantai dua diketuk, namun tidak ada jawaban. Keluarga lantas mendobrak pintu kamar.

Dikenal Pendiam, Pria Ini Nekat Bunuh Diri
TRIBUN KALTIM / NALENDRO PRIAMBODO
Jenazah AS sedang diangkut menuju RSUD Kanujoso Djatiwibowo, Balikpapan untuk dilakukan visum, Senin (20/3/2017) 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Gang selebar tiga meter di jalan Marsma Iswahyudi RT 4 no 74 Kelurahan Sungai Nangka, Balikpapan Selatan mendadak penuh sesak. Warga sekitar silih berganti melayat di kediaman orangtua AS (31).

Jenazah AS ditemukan oleh Joko Susanto, saudara iparnya yang berusaha mengajak makan siang.

Berkali-kali pintu kamar yang terletak di lantai dua diketuk, namun tidak ada jawaban. Keluarga lantas mendobrak pintu kamar.

Mereka mendapati AS dalam kondisi tak bernyawa tergantung di seutas tali rafia, Senin (20/3/2017) sekitar pukul 13.00 wita.

Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai helper di sebuah perusahaan swasta di Balikpapan, dikenal sebagai sosok pendiam namun suka bercanda.

Tidak ada gelagat mencurigakan sebelum dirinya ditemukan dalam kondisi menggantung di seutas tali rafia di lantai dua kamarnya.

Kejadian ini membuat keluarga dan teman kerja terkejut. Pasalnya, semasa hidup, AS dikenal jarang mengeluh. Ia tidak pernah menceritakan jika memiliki masalah yang berat pada orang sekitarnya.

"Saya terkejut dengar kabar AS meninggal seperti itu. Soalnya, Sabtu (19/3/2017) sore sepulang kerja kami masih sempat ngumpul dan bercandaan," ujar Yogi Muhammad Adi, teman sekerja AS yang berprofesi sebagai pengemudi.

Rupanya Sabtu lalu adalah kali terakhir pertemuan Yogi dengan AS.

Ia heran karena rekannya tidak hadir kerja. Pasalnya AS dikenal rajin dan tidak pernah bolos kerja. Keherannaya terjawab. Bersama puluhan rekan kerjanya, ia mendapat kabar duka tersebut.

Berdasarkan pendalaman yang dilakukan Polsek Balikpapan Selatan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Polisi masih kesulitan mencari motif AS nekat melakukan aksi tersebut.

"Keluarga masih terpukul, belum sepenuhnya bisa kami mintai keterangan. Saat ini masih didalami motifnya," ujar Kapolsek Balikpapan Selatan AKP Syarifah Nurhuda. (*)

Penulis: Nalendro Priambodo
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help