Ditagih Utang Sebotol Bensin, Cecep Ngamuk, Petugas Sempat Diancam Pakai Badik

"Padahal cuma utang satu botol bensin. Saya tahu itu mesti dibayar, tapi jangan maksa-maksa terus".

Ditagih Utang Sebotol Bensin, Cecep Ngamuk, Petugas Sempat Diancam Pakai Badik
TRIBUN KALTIM / MUHAMMAD FACHRI RAMADHANI
Kanit Jatanras Polres Balikpapan Ipda Dian Kusnawan menunjukan badik milik tersangka, Senin (20/3/2017). 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Mengamuk dengan mulut berbau alkohol di bilangan Stal Kuda, Jalan Jenderal Sudirman, Balikpapan, Kamis (16/3/2017) lalu, membuat Armiansyah alias Cecep (42) harus berurusan dengan polisi.

Tak hanya menyerang warga yang di sekitar, ia pun kedapatan membawa sajam (badik) di pinggangnya. Bahkan saat mau diamankan ia sempat mengancam petugas dengan badiknya.

Kendati demikian bapak beranak satu tersebut berhasil diamankan polisi, lalu dibawa ke Mapolres mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Padahal cuma utang satu botol bensin. Saya tahu itu mesti dibayar, tapi jangan maksa-maksa terus," ucap Cecep kepada Tribun, Senin (20/3/2017).

Saat ditanya terkait sajam yang ia bawa, Cecep mengaku selama 2 tahun mengadu nasib di Balikpapan badik tersebut tak pernah lepas dari pinggangnya.

"Saya bawa kemana saja itu (badik). Buat jaga-jaga, kebiasaan dari Makassar," tuturnya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Balikpapan, Kalfaris T Lalo melalui Kanit Jatanras Ipda Dian Kusnawan mengatakan pihaknya mendapat laporan dari masyarakat terjadi keributan di bilangan Stal Kuda.

Saat dihampiri benar saja tersangka mengamuk dalam kondisi dipengaruhi alkohol.

"Kami datang, dia malah nunjukkan badik. Ya, kami segera amankan. Sajam juga tak berizin," ujar Dian.

Tersangka dikenakan Pasal 2 (1) UU Darurat nomor 12 tahun 1951. Saat ini ia mendekam di Rutan Polres Balikpapan. (*)

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help