Francisco Guterres Unggul Sementara Pilpres Timor Leste, Siapakah Dia?

Jika tak ada calon yang meraih 50 persen suara, pemilihan putaran kedua akan digelar pada April yang akan datang.

Francisco Guterres Unggul Sementara Pilpres Timor Leste, Siapakah Dia?
Reuters
Francisco Guterres atau lebih dikenal dengan Lu-Olo, berjanji akan meningkatkan kualitas kehidupan rakyat di berbagai bidang jika terpilih sebagai Presiden Timor Leste. 

"Saya ingin mengubah nasib warga di semua sektor, seperti kesehatan, pendidikan, dan kehidupan ekonomi yang berkelanjutan," katanya.

Lu-Olo adalah presiden Partai Fretilin dan pada pilpres kali ini, yang mendapat dukungan dari Xanana Gusmao, mantan gerilyawan dan pemimpin CNRT yang memiliki pengaruh besar di panggung politik Timor Leste.

Para pengamat mengatakan, tantangan bagi pemerintah mendatang adalah mengurangi ketergantungan Timor Leste dari penerimaan minyak dan menambah pemasukan dari sumber-sumber lain seperti pertanian dan manufaktur.

Tantangan lain adalah mewujudkan kehidupan politik yang stabil di negara yang baru merdeka pada 2002 lalu.

"Persaingan politik (yang tajam) bisa memicu ketegangan," kata Damien Kingsbury, analis masalah Timor Leste dari Universitas Deakin, Australia, seperti dikutip kantor berita Agence France-Presse.

Kingsbury memperkirakan Timor Leste akan dipimpin oleh satu pemerintah persatuan setelah pemilu parlemen.

Namun,  ia juga menambahkan tidak adanya oposisi yang kuat bisa melemahkan akuntabilitas pemerintah.

Selain Lu-Olo, ada tujuh kandidat lain yang ikut serta dalam pilpres 2017, pilpres pertama sejak pasukan PBB mundur dari Timor Leste pada 2012. (*)

Editor: Kholish Chered
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help