TribunKaltim/

Kayu Ulin dan Bangkirai di Lahan Adat Ikut Digarap Perusahaan Kayu, Warga Desa Ngelurug Ke DPRD

Kedatangan warga ini salah satunya untuk membahas seputar ikut digarapnya lahan adat seluas lebih dari 300 hektare, oleh sebuah perusahaan kayu

Kayu Ulin dan Bangkirai di Lahan Adat Ikut Digarap Perusahaan Kayu, Warga Desa Ngelurug Ke DPRD
tribunkaltim.co/doan e pardede
Ilustrasi. Sebuah kapal pengangkut kayu melintas di Sungai Kayan, Tanjung Selor, beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Doan Pardede

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Puluhan warga Desa Pejalin, Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan, Kaltara, ngeluruk ke kantor DPRD Kabupaten Bulungan, Jalan Ulin, Tanjung Selor, Senin (20/3/2017).

Kedatangan warga ini salah satunya untuk membahas seputar ikut digarapnya lahan adat seluas lebih dari 300 hektare, oleh sebuah perusahaan kayu yang beroperasi di wilayah tersebut.

Warga menuntut agar perusahaan bertanggung jawab atas pohon yang sudah sempat ditebang.

Selama hampir 4 jam, perwakilan warga, unsur DPRD Kabupaten Bulungan, pejabat terkait di jajaran Pemkab Bulungan, dan perwakilan perusahaan menggelar pertemuan tertutup membahas masalah tersebut.

Namun sayangnya, pertemuan ini belum membuahkan hasil dan akan kembali dilanjutkan pada Kamis (24/3/2017) mendatang.

Baca: Di Istana Bogor, Raja Salman akan Tanam Ulin, Pangeran dan Menterinya Tanam Mahoni

Jamhari, Ketua Badan Permusywaratan Desa (BPD) Pejalin, yang ditemui usai pertemuan mengatakan bahwa lahan adat yang ada sudah dibagi kepada seluruh masyarakat.

Seluruh aktivitas di lahan adat ini tidak sembarangan dan harus atas sepengetahuan tokoh-tokoh adat yang ada.

Di lahan adat yang menjadi bagiannya, warga bisa berladang atau mengambil pohon yang ada untuk keperluan membangun rumah.

Halaman
12
Penulis: Doan E Pardede
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help