TribunKaltim/

Setelah Dimas Kanjeng, Kini Ada Dukun Palsu Pengganda Uang Puluhan Miliar Rupiah

Ritual itu membutuhkan persyaratan. Salah satunya, wajib membayar uang mahar Rp 35 juta.

Setelah Dimas Kanjeng, Kini Ada Dukun Palsu Pengganda Uang Puluhan Miliar Rupiah
ISTIMEWA
Tersangka dukun palsu Muhammad Rifai Adi Nugroho (38), warga Dusun Lebari, Desa Jawisari RT 4 RW 2, Limbangan, Kendal saat diperlihatkan Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Djarod Padakova (tengah) kepada wartawan di lobi kantor Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jateng, Senin (20/3/2017). 

TRIBUNKALTIM.CO - Kepala Bidang Humas Polda Jateng, Kombes Pol Djarod Padakova merilis pengungkapan kasus penipuan bermodus penggandaan uang di wilayah Kabupaten Semarang.

Peristiwa ini terjadi di Hotel Anggun dan Hotel Ernawati di kawasan wisata Bandungan dan melibatkan tersangka bernama Muhammad Rifai Adi Nugroho (38), warga Dusun Lebari, Desa Jawisari RT 4 RW 2, Limbangan, Kendal.

Untuk melancarkan aksinya, Rifai berpura-pura sebagai kyai sakti mandraguna, yang mampu melipatgandakan uang melalui ritual khusus.

"Menurut tersangka, prosesi pelipatgandaan uang itu dibantu Kanjeng Ratu Kidul dan Eyang Seto," terangnya di lobi kantor Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jateng, Senin (20/3/2017).

Baca: Inilah Cuplikan Video Kanjeng Dimas Taat Pribadi Menggandakan Uang

Ritual itu membutuhkan persyaratan. Salah satunya, wajib membayar uang mahar Rp 35 juta. Nantinya, uang mahar itu akan dilipatkan menjadi Rp 60 miliar.

Media yang digunakan pelaku untuk memperdaya korban adalah bunga setaman, tasbih, surban warna hitam motif kotak, dus air mineral, dan lembaran uang palsu pecahan nominal Rp 100 ribu.

"Saya kasih tahu triknya. Dus air mineral itu sudah dimodifikasi. Satu sisi untuk tempat bunga, sisi sebaliknya untuk tempat uang palsu," papar Djarod.

Sehingga saat si korban berdoa dalam kondisi mata tertutup, tersangka pun sengaja membalik kardus air mineral itu.

Posisi semula, bunga ada di sisi atas, sedangkan lembaran uang palsu di sisi bawah. Maka, pada saat korban membuka mata, kesannya bunga berubah menjadi tumpukan uang.

Halaman
12
Editor: Syaiful Syafar
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help