Setelah Dimas Kanjeng, Kini Ada Dukun Palsu Pengganda Uang Puluhan Miliar Rupiah

Ritual itu membutuhkan persyaratan. Salah satunya, wajib membayar uang mahar Rp 35 juta.

Setelah Dimas Kanjeng, Kini Ada Dukun Palsu Pengganda Uang Puluhan Miliar Rupiah
ISTIMEWA
Tersangka dukun palsu Muhammad Rifai Adi Nugroho (38), warga Dusun Lebari, Desa Jawisari RT 4 RW 2, Limbangan, Kendal saat diperlihatkan Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Djarod Padakova (tengah) kepada wartawan di lobi kantor Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jateng, Senin (20/3/2017). 

"Cerdiknya pelaku, korban hanya boleh melihat uang itu, tanpa dibawa pulang. Sebagai bukti," imbuhnya.

Baca: Kanjeng Dimas Gandakan Uang Asli atau Palsu? Ternyata Ini Wujudnya

Sayang, korban pun memercayai trik itu. Korban berinisial NT pun menyerahkan uang tunai Rp 278,5 juta kepada pelaku, untuk digandakan.

Belum cukup, NT juga menyerahkan satu unit mobil Toyota Yaris warna merah metalik B 1084 GKF beserta STNK.

Namun, yang diharapkan NT tak kunjung datang. Ia tak sadar masuk jebakan Rifai.

"Pelaku kami tangkap sekitar tanggal 24 Januari 2017, sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu si pelaku berada di sebuah konter telepon seluler, seberan kantor Kecamatan Ambarawa," beber Djarod.

Baca: Meniru Dimas Kanjeng, Tukang Pijat Mengaku Bisa Gandakan Uang

Selain NT, ada lima korban Rifai. Mereka berinisial LN, HN, TY, CN, dan HR. Nominal uang yang diserahkan ke pelaku bervariasi, mulai Rp 4 juta hingga Rp 40 juta.

Pelaku terancam pasal penipuan dan atau penggelapan, pasal 378 KUHP dan atau pasal 372 KUHP.

Barang buktu yang disita berupa 45 bendel uang palsu nominal Rp 100 ribu, satu unit telepon genggam, jas, celana panjang jeans, blangkon, candu emas bertulis india, delapan dupa coklat, dua tasbih, dan satu kardus air mineral sebagai wadah bunga. (*)

Penulis: Daniel Ari Purnomo
Editor: Syaiful Syafar
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help