TribunKaltim/

Warta DPRD Kutai Timur

Antisipasi Persepsi Negatif, Pemotongan Upah Sebaiknya Disosialisasikan Dulu

Selain itu, kalau mengambil langkah pengurangan, menurut Angga Redi, imbasnya akan panjang. Pemerintah juga yang akan disibukkan oleh imbas tersebut.

Antisipasi Persepsi Negatif, Pemotongan Upah Sebaiknya Disosialisasikan Dulu
TRIBUN KALTIM / MARGARET SARITA
Ketua Komisi D DPRD Kutai Timur, Angga Redi Niata SE 

Meski demikian, lanjut Angga Redi, untuk pemotongan upah sebaiknya ada sosialisasi terlebih dulu. Agar tidak ada persepsi negatif pada pemerintah. Dengan pemberitahuan yang baik, akan berujung kesediaan si pekerja mendapat upah dengan nominal yang baru.

“Upah berimbas pada keseharian pekerja. Sehingga, menurut kami sebaiknya ada sosialisasi terlebih dulu terkait hal tersebut. Dijelaskan kondisinya. Jangan sampai ada gejolak di belakang hari,” ungkap politisi Partai Hati Nurani Rakyat kabupaten Kutai Timur.

Selain soal pemangkasan upah, Angga Redi juga mengomentari adanya gejolak pasca isu mutasi PNS maupun TK2D di salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kutim.

Menurutnya, mutasi sebaiknya tidak langsung diputuskan tanpa pemberitahuan pada si pekerja. Meski, kebijakan mutasi ada di pemerintahan atau kepala OPD setempat.

“Sebaiknya dibicarakan. Jangan sampai menimbulkan gejolak. Terbuka saja. Apa alasan mutasi dan kemana mereka akan dimutasi. Mungkin saja ada alasan kuat dari mereka yang menolak mutasi yang perlu dicari solusinya,” ujar pria kelahiran Sangatta, 23 Desember 1987 ini.

Sesuai Komisi yang dipimpinnya, yakni membidangi Kesejahteraan Rakyat, tentunya permasalahan kesejahteraan menjadi perhatian utama. Apa yang bisa merunyamkan masalah kesejahteraan warga Kutim tentu harus dicarikan solusinya.

“Jangan sampai karena permasalah keuangan, kesejahteraan masyarakat kita justru diabaikan. Apa yang menjadi kebutuhan dasar para pekerja, seperti upah yang layak, jaminan ketenagakerjaan, dan jaminan kesehatan perlu dipenuhi,” ujarnya. (advertorial/sar)

Penulis: Margaret Sarita
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help