TribunKaltim/
Home »

News

» Etam

Dugaan Pungli di TPK Palaran

BREAKING NEWS - Soal OTT yang Menyeret Nama Komura, Ini Pengakuan Pengusaha Batu Bara

Tak lagi menggunakan tenaga manusia. "Kebanyakan ponton sudah ada floating crane-nya. Tapi ya itu, tetap diminta (sama Komura)," ungkap Eko.

BREAKING NEWS - Soal OTT yang Menyeret Nama Komura, Ini Pengakuan Pengusaha Batu Bara
Tribunkaltim.co/Nevrianto Hardi Prasetyo
Aktivitas di Terminal Peti Kemas (TPK) Palaran. Foto diambil Senin (20/3/2017). 

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Aksi pungutan biaya bongkar muat batubara, oleh Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Samudra Sejahtera (Komura), dibenarkan Ketua Asosiasi Pengusaha Batu bara Indonesia (APBI) Samarinda m, Eko Priatno.

Aksi pungutan ini dilakukan setiap proses transfer batu bara dari ponton ke kapal ekspor. Proses ship to ship transfer ini, kata Eko, biasanya dilakukan di Perairan Muara Berau.

"Pindah dari kapal ke kapal inikan berlangsung di laut," katanya, Selasa (21/3/2017).

Padahal, menurut Eko, proses transfer batu bara ini lebih banyak menggunakan floating crane.

Baca: BREAKING NEWS - Tersangkut OTT, Ketua Komura: Kalau Dianggap Salah, Panggil Saja Semuanya

Baca: BREAKING NEWS - Dua Koperasi Disebut Terlibat dalam Kasus Pungli, Rupanya Ini yang Dilakukan Komura

Tak lagi menggunakan tenaga manusia. "Kebanyakan ponton sudah ada floating crane-nya. Tapi ya itu, tetap diminta (sama Komura)," ungkap Eko.

Sebelum ada floating crane, pemuatan batu bara ke kapal, menurut Eko, memang memerlukan TKBM.

Namun, itupun tidak dalam jumlah banyak. "Paling hanya menarik tali, kemudian memberi aba-aba, dan mengoperasikan alat berat. Tapi sekarang, biasanya ponton itu sudah bawa operator sendiri kok," katanya lagi.

Halaman
12
Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help