Home »

News

» Etam

Dugaan Pungli di TPK Palaran

BREAKING NEWS - Tersangkut OTT, Ketua Komura: Kalau Dianggap Salah, Panggil Saja Semuanya

Saya ini baru tiba di Samarinda. Mau siap-siap untuk pemeriksaan besok. Tapi semua dokumen diambil. Saya bawa apa untuk pemeriksaan besok.

BREAKING NEWS - Tersangkut OTT, Ketua Komura: Kalau Dianggap Salah, Panggil Saja Semuanya
tribunkaltim.co/rafan arif dwinanto
Ketua Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Samudra Sejahtera (Komura), Jafar Abdul Gaffar 

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Ketua Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Samudra Sejahtera (Komura), Jafar Abdul Gaffar enggan banyak berkomentar mengenai kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT), di Koperasi yang dipimpinnya.

"Semua penjelasan dengan kuasa hukum Komura saja ya," kata Gaffar, kala dikonfirmasi Selasa (21/3/2017).

Menurut Gaffar, saat ini dirinya fokus memersiapkan data-data untuk dibawa saat pemeriksaan dengan penyidik.

Diketahui, Ketua DPD Golkar Samarinda ini dijadwalkan dimintai keterangan oleh Satgas Bareskrim Mabes Polri dan Polda Kaltim, Rabu (22/3/2017) besok.

Baca: BREAKING NEWS - PT PSP yang Kelola TPK Palaran Sebut tak Punya Hubungan dengan Komura

Pemeriksaan Gaffar sebagai saksi ini akan dilaksanakan di Mako Brimob, Samarinda Seberang.

"Saya ini baru tiba di Samarinda. Mau siap-siap untuk pemeriksaan besok. Tapi semua dokumen diambil. Saya bawa apa untuk pemeriksaan besok. Kalau tidak bawa apa-apa, sama saja omong doang," kata Gaffar.

Soal pengembangan kasus OTT hingga ke Perairan Muara Berau, menurut Gaffar merupakan bagian kerja dari Komura.

Sebelumnya, Kapolda Kaltim, Irjen Pol Safaruddin mengatakan, Komura juga menarik pungutan TKBM kepada perusahaan batu bara dan sawit yang beroperasi di Muara Berau.

Baca: BREAKING NEWS - Terlibat Pungli Milyaran, Ini Penjelasan PT Pelindo IV soal Kerja Sama dengan Komura

Padahal, proses pemuatan batu bara ke dalam kapal sudah menggunakan conveyor.

"Itukan bagian kerja Komura," kata Gaffar, tanpa menjelaskan lebih lanjut mengenai bagian kerja tersebut.

Menurut Gaffar, pihaknya selama ini hanya bekerja seperti biasa. "Ya dipanggil (diperiksa) saja semua. Pengguna jasa diperiksa, Komura diperiksa. Kalau memang dibilang salah, ya dipanggil saja," katanya lagi.

Gaffar pun enggan membahas lebih lama mengenai kasus OTT yang kini menimpa Komura. "Sama kuasa hukum saya. Kan sudah menunjuk kuasa hukum," kata Gaffar. (*)

Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help