TribunKaltim/

Dugaan Pungli TPK Palaran

Jaang Sebut Namanya, Meiliana Kaget: Jangan juga Dimarahi Anak Buah

Mana itu PDIB, siapa di belakangnya. Tetapi, ya tak apa-apa lah. Semestinya Pak Jaang, tak usah menyebut nama. Harusnya menelepon dahulu.

Jaang Sebut Namanya, Meiliana Kaget: Jangan juga Dimarahi Anak Buah
TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HP
Bareskrim Polri jemput pengurus ormas PDIB terkait dugaan pungli di Terminal Peti Kemas Palaran, Senin (20/3/2017). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Nama Meiliana yang pernah menjabat Penjabat Walikota Samarinda dikaitkan dengan penerbitan SK Walikota Samarinda yang mengatur pengelola dan tarif parkir di Terminal Peti Kemas Palaran, kembali dikomentari Meiliana.

Kepada Tribun, Senin (20/3/2017), Meiliana menyatakan bahwa saat dirinya menjadi Pj Walikota, hanya menjalankan tugas dan pokok fungsinya saja, yakni menjalankan roda pemerintahan, serta mempersiapkan tahapan Pilwali Kota Samarinda.

Pemberian advis diyakininya masuk dalam dua kategori pekerjaan tersebut.

Baca: BREAKING NEWS - Terseret Kasus Pungli, Walikota Samarinda Sebut Nama Asisten I yang Sempat Jadi Pj

"Saya hanya jalankan tugasku. Jika saya saat jadi Pj tak bekerja, apa kata orang? Kan itu tugasku. Menjalankan roda pemerintahan. Jadi, semua sudah sesuai aturan. Yang saya berikan adalah advis, bukan menentukan. Advis, silakan Walikota. Ini saran. Mau ditandatangani atau tidak. Jika ia (Jaang) menandatangani, berarti setuju advis. Jika ia (Jaang) menolak ya tak ditandatangani advis. Jadi itu," ujarnya.

Meiliana menyatakan sama sekali tak pernah dikonfirmasi langsung ataupun diundang untuk membicarakan hal itu, sejak Walikota Samarinda melakukan konferensi pers akan mencabut SK Parkir yang dikelola Pemuda Demokrat Indonesia Bersatu (PDIB) milik Heri Susanto (Abun), Minggu (19/3/2017) lalu.

"Tidak ada. Aku tidak diberitahu dan saya kaget saja. Kabar itupun saya terima dari wartawan. Jika tak diberitahu wartawan, saya malah tak tahu sama sekali. Kan saya care sama wartawan, wartawan juga care sama aku. Saya tahu, kemudian bertanya, apa hubunganku? Kan saya hanya jalankan tugas saja. Saya juga sama sekali tak pernah berurusan dengan PDIB. Mana itu PDIB, siapa di belakangnya. Tetapi, ya tak apa-apa lah. Semestinya Pak Jaang, tak usah menyebut nama. Harusnya menelepon dahulu, itu kan lebih enak. Jangan juga dihamuki (dimarahi) anak buah," katanya. (*)

Penulis: Anjas Pratama
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help