TribunKaltim/

Disperindagkop Gandeng Bukalapak Latih Pelaku UMKM Berdagang E-Commerce

Mereka diberi pelatihan mulai dari membuat akun atau registrasi, metode pengambilan foto produk, hingga metode promosinya.

Disperindagkop Gandeng Bukalapak Latih Pelaku UMKM Berdagang E-Commerce
TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD ARFAN
Suasana pelatihan berdagang e-commerce di Gedung Bandiklat Bulungan, Rabu (22/3/2017). 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Sedikitnya 25 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dari 5 daerah di Kalimantan Utara dilatih berdagang secara elektronik atau online atau e-commerce.

Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) Kalimantan Utara menggandeng sebuah situs jual beli online "Bukalapak" sebagai mentor 25 peserta pelatihan.

Mereka diberi pelatihan mulai dari membuat akun atau registrasi, metode pengambilan foto produk, hingga metode promosinya.

Pelatihan ini diharapkan bisa ikut membantu pelaku UMKM dalam memasarkan produknya tidak saja di skala lokal, namun di pasar regional, nasional, juga internasional.

"Tantangan geografis Kalimantan Utara menjadi kendala berbisnis konvensional. Pemasarannya akan sedikit terhambat karena medannya berat. Akan tetapi e-commerce bisa menjadi peluang karena jasa pengiriman sudah memberi pelayanan yang makin baik," sebut Rifai, seorang staf Disperindagkop Kalimantan Utara mewaliki Plt Kadisperindagkop Hartono, saat disua Rabu (22/3/2017) pukul 12.40 Wita, di Gedung Bandiklat Bulungan tempat kegiatan pelatihan.

Pelatihan ini diharapkan juga menjadi ajang persiapan bagi pelaku UMKM dalam menghadapi era digitalisasi sekarang ini.

"Kami harapkan 25 orang peserta ini menularkan e-commerce di wilayahnya masing-masing nanti" tuturnya.

Donni, seorang peserta pelatihan asal Kabupaten Malinau menyambut baik pelatihan e-commerce yang dilaksanakan.

Donni rencananya baru akan memulai bisnis penjualan hasil-hasil kerajinan khas Malinau.

Sistem e-commerce bakal menjadi rujukannya. Sebab selain tidak memerlukan biaya tinggi, e-commerce juga sangat praktis. Bermodalkan kamera atau smartphone, sudah bisa menjadi wirausahawan baru.

"Bisa juga kami membantu perajin memasarkannya. Khususnya di Desa wisata Pulau Sapi, Kecamatan Mentarang cukup banyak produk UMKM seperti anyaman rotan dan batik. Itu kami coba pasarkan lewat e-commerce nantinya. Internet sudah lumayan bagus di sana," tuturnya.

Safriani Sunusi seorang pegawai UKM Centre Kota Tarakan yang mengikuti pelatihan ini merasa senang bisa mengetahui beragam dunia e-commerce.

Rencananya ia akan mulai mengaplikasikan perdagangan sistem e-commerce dalam waktu dekat.

"Setelah pelatihan ini, kami akan coba. Banyak produk UMKM di Tarakan yang perlu dipasarkan. Sekaligus sebagai ajang promosi Kota Tarakan juga di mata nasional dan internasional kan," ujarnya. (*)

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help