TribunKaltim/

Akses Jalan ke Pelabuhan Benuo Taka PPU Memprihatinkan, Truk Sawit Banyak yang Terguling

Jalan yang menghubungkan kawasan Sepaku- Sotek menuju Pelabuhan Benuo Taka, Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur rusak parah.

Akses Jalan ke Pelabuhan Benuo Taka PPU Memprihatinkan, Truk Sawit Banyak yang Terguling
TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD FACHRI RAMADHANI
Kondisi jalan Sepaku-Sotek yang menjadi akses menuju Pelabuhan Benuo Taka PPU kondisinya memprihatinkan, tampak truk muatan terguling bebas di badan jalan yang rusak. 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM PASER UTARA - Jalan yang menghubungkan kawasan Sepaku- Sotek menuju Pelabuhan Benuo Taka, Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur rusak parah.

Akibatnya berbagai kendaraan yang melintas harus rela terguling, apalagi saat kondisi hujan.

Bagi para pengendara truk muatan sawit tentunya hal tersebut menjadi neraka.

Aspal yang sudah tak lagi terlihat, jalan penuh lubang, tanah dan lumpur yang jadi sahabat ban truk muatan, menjadi pemandangan yang miris di salah satu provinsi kaya akan minyak dan batu bara.

Tengok saja kisah Budi, seorang sopir truk pengangkut kernel (inti sawit) PT Agro Indomas.

Bersama belasan rekannya sesama sopir terpaksa harus bertahan selama hampir sepekan di sana, pasalnya kendaraan yang mereka bawa terguling karena kondisi jalan yang tak memadai.

"Ada yang terperosok ke kubangan lumpur. Melintang itu mas di jalan, jadi macet lagi, kendaraan di belakang tak bisa lewat," keluhnya kepada Tribunkaltim.co, Kamis (24/3/2017).

Rombongan truk muatan kernel (Inti Sawit) berton itu rencananya menuju Pelabuhan Benuo Taka PPU, melakukan aktivitas bongkar muat.

Persoalannya akses jalan yang buruk membuat perusahaan terutama sopir mengeluh. Bukan hanya merugikan perusahaan, namun juga mengancam keselamatan para sopir muatan.

"Saya ingat betul melihat truk rekan saya terperosok saking jalan becek penuh lumpur, sudah bawaan tumpah, orangnya ya luka-luka," kenangnya.

Hal itu tentu menyita waktu mereka. Mulai dari menarik kendaraan yang terguling, memperbaiki kendaraan yang rusak akibat terhempas, hingga menanam batu di setiap jalan berlubang yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.

"Kalau dari perusahaan sebenarnya penginnya bongkar muat di Pelabuhan Semayang, karena akses baik. Namun dari pemerintah menginstruksikan bongkar muat di Benuo Taka. Ya, kami hargai itu, tapi ya begitulah persoalan di lapangan. Nyatanya, kami rugi ratusan juta," bebernya.

Jalan merupakan bagian dari penopang roda ekonomi di kawasan manapun, tanpanya aktivitas ekonomi tentu tersendat dan mati.

"Kami ndak minta banyak-banyak. Pemerintah cobalah perhatikan itu," ungkapnya. (*)

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help