TribunKaltim/

Masyarakat Kutim Berharap Kerusakan Jalan Sangatta -Bontang Segera Ditangani

Data-data tentang status jalan dan siapa yang bertanggung jawab terhadap pemeliharaan jalan tersebut dibeberkan.

Masyarakat Kutim Berharap Kerusakan Jalan Sangatta -Bontang Segera Ditangani
TRIBUN KALTIM / MARGARET SARITA
Diskusi soal kerusakan jalan poros Sangatta-Bontang oleh para tokoh masyarakat, pemuda, juga awak media 

Laporan Wartawan TribunKaltim.co, Margaret Sarita

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Media sosial terus menjadi ajang curhat dan kritik warga Sangatta.

Salah satu foto yang sedang tren saat ini adalah foto salah satu titik jalan rusak di jalan poros Sangatta Bontang, dengan sedikit tulisan menyentil yang berbunyi, "jika kamu sudah ketemu jalan rusak dengan kontur menanjak dan sedikit membahayakan jiwa, tandanya kamu sudah sampai di Sangatta".

Foto tersebut banyak menuai komentar. Tak hanya di laman media sosial Facebook, tapi juga di grup Whatsapp. Satu di antaranya grup Info Kutim.

Beranjak dari diskusi di dunia maya, beberapa anggota grup yang berisi berbagai kalangan, termasuk tokoh masyarakat, pemuda, dan awak media, menggelar pertemuan khusus untuk membahas kondisi jalan tersebut dan solusinya agar bisa segera mendapat penanganan, sebelum terjadi korban jiwa.

Data-data tentang status jalan dan siapa yang bertanggung jawab terhadap pemeliharaan jalan tersebut dibeberkan.

Termasuk kriteria jalan yang masuk dalam golongan 3B, yang artinya hanya kendaraan berbobot 8 ton saja yang boleh melintas, ikut jadi perbincangan.

Mengingat kendaraan yang melintas di jalan tersebut kebanyakan mengangkut alat berat, hasil kebun sawit, dan pelumas kebutuhan pertambangan.

Bincang-bincang tanpa sekat dipadu teh pekat itu, akhirnya menghasilkan beberapa solusi yang bisa diperjuangkan masyarakat Kutim untuk jalan berstatus jalan negara tersebut.

Yakni, usulan adanya hearing bersama anggota DPRD, pemerintah, dan beberapa organisasi masyarakat untuk membahas soal perbaikan jalan tersebut.

Usulan lain adalah diskresi dari pemerintah kabupaten ke pemerintah pusat, mengingat status jalan adalah jalan negara dan masuk dalam RTRW rencana pengembangan jalan 2013-2032.

“Ada pula usulan untuk mendesak pemerintah pusat menyelesaikan masalah jalan negara di kabupaten Kutai Timur. Sedangkan untuk solusi tercepat adalah melibatkan forum MSH CSR sebagai reaksi cepat atas penanganan kerusakan di beberapa titik jalan poros Sangatta-Bontang,” kata Aleks Bhajo yang merupakan salah satu tokoh pemuda dan didapuk sebagai moderator dalam acara tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Ismunandar mengatakan permasalahan jalan akan segera ditangani. Termasuk poros Sangatta-Bontang.

Tanggal 5 April mendatang, akan ada sosialisasi dari tim PPTK proyek-proyek APBN yang dikerjakan Pemerintah Provinsi Kaltim.

“Jalan poros Sangatta-Bontang termasuk di dalamnya. Insyaa Allah tahun ini akan ditangani,” ungkap Ismunandar. (*)

Penulis: Margaret Sarita
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help