TribunKaltim/

Dugaan Pungli TPK Palaran

Soal Mega Pungli, Pengamat Hukum: Follow The Money!

"Ada kecenderungan pemerintah terkesan kalah dengan kelakuan-kelakuan seperti ini. Padahal jelas itu perbuatan melawan hukum," ucapnya.

Soal Mega Pungli, Pengamat Hukum: Follow The Money!
tribunkaltim.co/rafan arif dwinanto
Beberapa anggota Komura tampak berbicang di depan kantornya yang diberi garis batas polisi, Rabu (22/3/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kasus mega pungli yang melibatkan dua koperasi yakni Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Samudra Sejahtera (Komura) dan Koperasi Serba Usaha (KSU) Pemuda Demokrasi Indonesia Bersatu (PDIB), menyita perhatian publik.

Pengamat Hukum dari Universitas Mulawarman (Unmul), Herdiansyah Hamzah, menuturkan, polisi harus mengikuti aliran uang yang diduga hasil pungli tersebut. 

"Follow the money, lacak ke mana saja larinya pungutan itu selama ini. Dinikmati oleh siapa saja," kata Castro, sapaan akrab Herdiansyah Hamzah.

Menurut Castro, terjadinya pungli sudah berlangsung lama. Anehnya, kata dia, kenapa cenderung didiamkan?

"Ada kecenderungan pemerintah terkesan kalah dengan kelakuan-kelakuan seperti ini. Padahal jelas itu perbuatan melawan hukum," ucapnya.

Pengembangan kasus, lanjut Castro, juga harus menyasar semua pihak terkait. Termasuk Ketua Komura, Jafar Abdul Gaffar.

"Justru kewenangan tertinggi dalam memutuskan kebijakan organisasi ya di ketua, bukan hanya sekretaris. Ini yang harus dikejar juga. Tapi tentu saja harus dibuktikan unsur pebuatan melawan hukum dan niat jahatnya. Termasuk apakah Komura punya persinggungan dengan pihak lain yang juga turut serta menikmati pungli itu," katanya lagi.

Soal kasus ini bermula dari Operasi Tangkap Tangan (OTT), menurut Castro masih bisa diperdebatkan.

"Tapi saya pribadi sih tidak mau terjebak perdebatan apakah ini OTT atau bukan. Itu justru mengalihkan substansi pokok kasusnya," kata dosen di Fakultas Hukum, Unmul ini. (*)

Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help