TribunKaltim/
Home »

Opini

Opini

Menata Ulang Pembangunan Pariwisata Kaltim

Negara yang di bangun dengan mengandalkan sumber daya alam adalah ciri negara kolonial. Terbukti sampai hai ini kita masih sangat mengandalkan itu

Menata Ulang Pembangunan Pariwisata Kaltim
TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
Pulau Maratua 

Erlyando Saputra
Ketua Umum Badko HMI Kaltim-Kaltara
saputra_erlyando@yahoo.com

Visi Kalimantan Timur soal pariwisata memang tak sehebat Visi Kalimantan Timur soal energi (tambang, batu bara dan minyak bumi) atau Visi Kalimantan Timur tentang satu juta hektar kelapa sawit yang membentang dari kota, pesisir hingga pedalaman. Karena tidak hebat itulah Pariwisata Kalimantan Timur masih terseok- seok atau dapat di katakan masih jauh dari unggulan.
Kaltim telah puluhan tahun mengandalkan Energi sebagai penopang Anggaran Pendapan Belanja Daerah (APBD) dimana APBD di sumbang oleh sektor energi yang tak terbaharukan, melalui otonomi daerah yang di gulirkan sejak 2002 berdampak pada meningkatlah porsi bagi Dana Bagi Hasil Migas Kalimantan Timur hingga APBD Kalimantan Timur pernah mencapai angka tertinggi sebesar 14 Triliun Rupiah.
Maka ketika sektor energi lesu karena berbagai faktor mulai dari jumlah cadangan energi menipis, permintaan pasar yang tidak lagi maksimal, hingga politik energi dunia, maka seketika Kalimantan Timur kebingungan menghadapi defisit anggaran karena sebab itu mengakibatkan kontraksi ekonomi yang cukup telak, APBD nya tak sebesar dulu sampai di 2017 turun ke 8 Triliun Rupiah, terjadilah pemangkasan disana sini yang tentu berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi dan menurunnya daya beli masyarakat.
Kondisi tersebut harus dipikirkan solusi yang mampu menjadi sumber pendapatan alternatif untuk menambal kelumpuhan APBD Kaltim, belum ada solusi kecuali Pemerintah Daerah sibuk mencari utangan dan melakukan pemangkasan sana sini, kondisi demikian sebenarnya sudah bisa di ukur tidak ada satu pun negara yang bisa bertahan dengan hanya mengandalkan sumber daya alam yang tak terbarukan. Anies Baswedan mengatakan ; Negara yang di bangun dengan mengandalkan sumber daya alam adalah ciri negara kolonial. Terbukti sampai hai ini kita masih sangat mengandalkan itu.
Visi Pariwisata Kalimantan Timur adalah "Terwujudnya Kalimantan Timur sebagai daerah tujuan pariwisata yang berdaya saing menuju masyarakat sejahtera. Dengan Visi tersebut maka di susunlah empat (4) Misi untuk mewujudkannya, pertama; mewujudkan daerah tujuan pariwisata Kalimantan Timur yang berdaya saing. Kedua; meningkatkan industri pariwisata kalimantan Timur sebagai penopang perekonomian daerah, ketiga; Meningkatkan seni dan budaya sebagai karakter jati diri dan pemersatu bangsa, keempat; meningkatkan penyelenggaraan kebudayaan dan pariwisata yang profesional dan akuntabel. (Sumber: webside Disbuppar kaltim).
Pertanyaannya dari visi misi di atas yang mana yang sudah di lakukan Pemerintahan Provinsi Kalimantan Timur? Sejauh ini kami menilai bahwa pariwisata baru pada tataran promosi melalui berbagai Festival, Pameran-Pameran , Pertemuan Pertemuan antar stakeholder di level elit. Jika kita bicara soal ekonomi rakyat dan kesejahteraan melalui sektor pariwisata tentu masih jauh dari kata optimal apalagi maksimal. Tidak juga Pariwisata dikatakan jalan ditempat tapi memang belum ada pergerakan yang signifikan mengarah pada pembangunan yang terintegragi dan visioner.
Perlu digarisbawahi bahwa memajukan pariwisata bukan hanya tugas dan tanggung jawab Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur, tetapi tugas seluruh masyarakat baik melalui organisasi, asosiasi-asosiasi, komunitas-komunitas, muapun perseorangan. Karena sejatinya perlu keterlibatan lintas instansi, lintas Dinas kab-kota, lintas stakeholder terkait dan masyarakat umum. Tapi tetap tugas utama sebagai leader adalah Pemerintahan Provinsi Kaltim, agar bagaimana pariwisata Kalimantan Timur menjadi unggulan dalam peningkatan pendapatan daerah yang berimbas pada peningkatan ekonomi rakyat, semua itu bisa dilakukan apabila di ikuti dengan fokus dan pembangunan sarana dan prasarana sebagai sektor penunjang dan infrastruktur yang membuka aksesbilitas menuju tempat pariwisata yang memadai, memiliki standar dan kompatibel.
Jika kita melihat anggaran yang di alokasikan Pemprov Kaltim kepada dinas pariwisata dalam hal ini SKPD hanya Rp 4 milyar rupiah termasuk belanja langsung dan tak langsung, anggaran minim tersebut praktis tidak mampu menggenjot program-program pariwisata. Walau pada satu sisi fakta tersebut adalah tantangan tersendiri bagi Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur, namun sisi lain menegaskan sektor parisiwata masih dipinggirkan oleh pemerintah provinsi, terbukti anggaran yang dialokasikan sangat sangat terbatas, harusnya jika tahap berkembang harus di dorong dengan laju anggâan yang besar, agar akselerasi mampu tercapai.
Ada beberapa hal yang penting untuk dilakukan dan dibenahi bersama sebagai upaya untuk memajukan Pariwisata Kalimantan Timur dan sebagai bentuk antisipasi agar pembangunan pariwisata tidak memiliki ekses negatif dan hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu dalam hal ini pemilik modal besar tapi rakyat kecil dan menengah pun bisa menikmati hasil pembangunan dalam memajukan pariwisata dalam kaitan pembangunan ekonomi rakyat.
Pertama, pertegas arah kebijakan pembangunan pariwisata kalimantan timur.
Sampai hari ini belum selesainya perda induk pariwisata kalimantan timur yang di bahas oleh DPRD Provinsi Kalimantan Timur sebagai penjabaran atas Undang Undang Nomor 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan, sehingga kondisi tersebut menciptakan banyak problem, khususnya soal arah pembangunan pariwisata. Belum ada regulasi yang mengikat secara ketat yang menyoal tugas, fungsi dan kewajiban berbagai stakeholder pariwisata, sehingga pembanguan baru bersifat parsial dan sendiri-sendiri tanpa memiliki rancang bangun bagaimana pariwisata di kembangkan,
Kedua, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah harus mengganggarkan anggaran yang maksimal kepada Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur, agar program-program pembangunan Pariwisata bisa berjalan maksimal, karena kami menilai program-program pemberdayaan menjadi penting, karena kita sudah bersepakat bahwa pembangunan pariwisata adalah tugas bersama sehingga para stakeholder pun bisa dididik dan dilatih agar kontribusinya menjadi maksimal. Sehingga kelak tidak terjadi kegagapan dalam mengambil peran, ini upaya pencegahan agar masyarakat lokal tidak sekedar menjadi penonton di daeahnya sendiri.
Ketiga, program pembangunan pariwisata harus berazas partisipatif dalam artian melibatkan banyak pihak diluar pemerintahan, bukan saja dunia usaha namun yang penting pula melibatkan masyarakat setempat yang secara akses dan potensi menjadi bagian dari pembangunan pariwisata tersebut. Dengan cara demikian maka pariwisata akan lebih cepat berkembang dan akan menjadi sebuah gerakan sosial bersama.
Keempat, harus adanya apresiasi dan stimulus sebagai bentuk penghargaan kepada berbagai pihak yang ingin terlibat dalam membangun pariwisata, terkhusus pada mereka yang bergerak secara non profit. Yang mengandalkan visi kerelawanan, dimana keterlibatannya sangat di dorong dalam kerangka pembangunan sosial. Agar gerakan yang demikian menciptakan nilai nilai (Values) sehingga mendorong banyak pihak yang melakukan hal yang sama, sesuatu yang dilakukan bersama akan membentuk kesadaran kolektif dan dalam rentang waktu yang panjang akan terjadi proses pembudayaan.
Kelima, kerja kerja kolektif yang berorientasi sinergisitas akan lebih mudah mengarahkan ketimbang kerja kerja kompetitif, harus adanya sinergisitas antara pihak terkait dalam skala lintas institusi, lintas daerah , lintas kelompok. Pariwisata sebagai sebuah arah pembangunan daerah yang menjadi tanggung jawab bersama, pemerintah menyusun aturan aturan yang produktif, aturan yang menciptakan ruang yang boleh di isi berbagai pihak baik pelaku ekonomi besar maupun ekonomi kecil ataupun suatu gerakan kerelawanan non profit namun konsen mengembangkan sektor pariwisata.(*)

Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help