TribunKaltim/

Jalur Udara Ketat, BKIPM: Tarakan, Pintu Penyelundupan Kepiting Bertelur, Kini Gunakan Jalur Laut

Penyelundup memanfaatkan Kota Tarakan sebagai hub atau pintu masuk pengiriman menggunakan kapal menuju Tawau, Kota Sabah, Malaysia.

Jalur Udara Ketat, BKIPM: Tarakan, Pintu Penyelundupan Kepiting Bertelur, Kini Gunakan Jalur Laut
Dokumentasi BKIPM Tarakan
BKIPM Tarakan di Kaltara menggagalkan 2 kali pengiriman kepiting bertelur dalam 2 hari ini. Upaya ini menggenapi 3.600 kepiting bertelur yang berhasil di gagalkan sepanjang 2017. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kepala UPT Stasiun Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Klas II Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Sab Lestiawan, mengungkap, penyelundupan kepiting bertelur ke Malaysia marak terjadi.

Penyelundup memanfaatkan Kota Tarakan sebagai hub atau pintu masuk pengiriman menggunakan kapal menuju Tawau, Kota Sabah, Malaysia.

"Jalur udara sudah sangat ketat. Mereka kini memanfaatkan jalur laut," kata Sab Lestiawan, Minggu (26/3/2017).

Tarakan sebagai pintu penyelundupan kepiting ataupun hasil perikanan dan laut ke luar negeri bukan kesimpulan berlebihan.

Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) berulang kali menggagalkan penyelundupan serupa.

Baca: VIDEO - Kepiting Ilegal Sebanyak 500 Kg Dimusnahkan Balai dengan Dibakar

Hasil pemeriksaan para tersangka didapat bahwa kepiting itu adalah hasil tangkapan dari laut di Balikpapan, Samarinda, Paser, Penajam Paser Utara, hingga Kecamatan Samboja di Kutai Kartanegara.

BKIPM pernah pula menggagalkan pengiriman dari Makassar, Sulawesi Selatan.

"Pelaku membawa pakai mobil sampai Kabupaten Bulungan, menyeberang dari Bulungan ke Tarakan," kata Sab Lestiawan.

Peningkatan koordinasi seluruh instansi diharapkan bisa menjadi solusi.

Halaman
12
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help