TribunKaltim/

Dugaan Pungli TPK Palaran

Ribuan Buruh Komura Geruduk KSOP, Tuntut Agar Dapat Kembali Bekerja

Ribuan buruh TKBM Komura mulai pagi hingga siang ini memadati sekitar kawasan pelabuhan, Jalan Yos Sudarso.

Ribuan Buruh Komura Geruduk KSOP, Tuntut Agar Dapat Kembali Bekerja
TRIBUN KALTIM/CHRISTOPER DESMAWANGGA
Buruh TKBM Komura berada di depan KSOP Samarinda, menunggu hasil pertemuan dengan Kepala KSOP, Senin (27/3/2017). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Ribuan buruh TKBM Komura mulai pagi hingga siang ini memadati sekitar kawasan pelabuhan, Jalan Yos Sudarso, Senin (27/3/2017).

Buruh TKBM Komura tampak lengkap menggunakan rompi dan helm keamanan yang kerap digunakan saat bekerja di Terminal Peti Kemas Palaran.

Massa sendiri tidak melakukan aksi berupa orasi, namun massa bertujuan untuk bertemu dengan kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Samarinda, guna membicarakan kelanjutan nasib buruh.

Pasalnya, sejak Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan pada 17 Maret silam, ribuan buruh di bawah naungan TKBM Komura tidak lagi bekerja.

Baca: Jafar: Gaji TKBM Komura Pasti Dibayar

"Kita lakukan pertemuan dengan KSOP, agar buruh pelabuhan TKBM Komura dapat kembali bekerja, pasalnya selama ini yang memiliki izin untuk lakukan bongkar muat di pelabuhan, dari Sebulu-Muara Jawa, yakni TKBM Komura," tutur Sutrisno, penasehat hukum Komura, Senin (27/3/2017).

Lanjut dia menjelaskan, selama ini hanya TKBM Komura yang memiliki izin untuk melakukan aktivitas bongkar muat.

"Kalau sekarang ada aktivitas bongkar muat di sana (TPK Palaran), berarti itu ilegal, karena hanya TKBM Komura yang punya izin, dan sesuai dengan KM 35, ada empat indikator yang tidak boleh tidak ada, yakni salah satunya TKBM," tuturnya.

Baca: BREAKING NEWS - Disebut tak Kerja, TKBM Komura: Kami Bukan Perampok, Kami Kerja Peras Keringat

Bahkan, hingga saat ini terdapat sekitar 1.300 buruh yang belum memperoleh gaji. Padahal, buruh telah melekukan bongkar muat sebanyak 10 kapal.

"Hingga saat ini belum ada satupun buruh yang menerima gaji, karena masih khawatir dengan kondisi saat ini. Bahkan, kalau mereka kerja, mereka juga belum bisa mendapatkan gaji, karena perlu ada penetapan biaya maupun besarannya lagi," ungkapnya.

Pertemuan sempat terhenti, karena menunggu kepala KSOP hadir.

Dan, saat ini pertemuan antara buruh TKBM Komura dengan KSOP tengah berlangsung. Selagi pertemuan di KSOP, aparat kepolisian dari Polresta Samarinda, bersama Brimob Polda Kaltim, tampak di sekitar KSOP, bahkan kendaraan water canon telah juga siaga di depan KSOP sejak tadi pagi. (*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help