Senin, 27 April 2026

Viral di Medsos

Hidup Sendiri Ditinggal Pergi 2 Anaknya, Penjual Baskom Ini Punya Satu Impian yang Mengiris Hati

Faktanya, tiap bulan Abdullah harus membayar sewa kontrakan senilai Rp 300.000. Belum lagi untuk makan sehari-hari.

Penulis: Siti Zubaidah | Editor: Syaiful Syafar
TribunKaltim.co/Siti Zubaidah
Abdullah warga tidak mampu yang tinggal sebatang kara 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Seorang lelaki tua bernama Abdullah mendadak jadi sorotan di media sosial.

Penjual baskom keliling di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur ini bikin netizen iba setelah foto-fotonya diunggah di Instagram oleh akun lintas_balikpapan.

Menurut keterangan akun tersebut, Abdullah saat ini bermukim di rumah kontrakan di kawasan Karang Jati, Balikpapan.

Ia tinggal sebatang kara. Istrinya sudah lama meninggal.

Dua orang anaknya bernama Syahrudin (21) dan Marni (17) kini bekerja dan menetap di Malaysia.

Kedua anaknya bahkan tidak pernah menjenguk atau berkomunikasi lagi dengannya.

"Mereka mungkin sudah hidup enak di sana. Sudah nggak mau tahu lagi kehidupan bapaknya, semenjak mamanya meninggal. Ya nggak apa-apa, saya sabar aja," ujar lelaki yang mengalami rabun pada mata kanannya.

Abdullah juga sudah lupa dengan usianya sendiri. 

Hidup sebatang kara di 'kota minyak' baginya tidaklah mudah.

Faktanya, tiap bulan Abdullah harus membayar sewa kontrakan senilai Rp 300.000. Belum lagi untuk makan sehari-hari.

Demi menyambung hidup, lelaki kelahiran Tongke-tongke, Sinjai, Sulawesi Selatan ini memilih berjualan baskom. 

Modal awal yang dia punya sebesar Rp 60.000 dibelikan tiga buah baskom.

Baskom-baskom itu lalu dijual kembali, Rp 35.000 per buah.

Uang dari dagang baskom ini kemudian diputar lagi, dan sisanya yang sedikit dipakai untuk makan, meski tetap saja tidak bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Tidak heran jika Abdullah sering puasa demi menahan lapar. 

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved