TribunKaltim/

Warta DPRD Kutai Timur

Soal Kerusakan Jalan Poros Sangatta-Bontang, Agus Aras Sarankan Koordinasi ke BPJN

Mengingat, kendaraan-kendaraan yang melintas tidak hanya kendaraan kecil, tapi juga kendaraan besar pengangkut alat berat.

Soal Kerusakan Jalan Poros Sangatta-Bontang, Agus Aras Sarankan Koordinasi ke BPJN
TRIBUN KALTIM / MARGARET SARITA
Agus Aras, Anggota Komisi D bidang Kesejahteraan Masyarakat DPRD Kutai Timur 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Kerusakan jalan poros Sangatta-Bontang yang diakui banyak pihak cukup membahayakan pengendara, juga mendapat sorotan dari anggota DPRD Kutai Timur, di Komisi D, bidang Kesejahteraan Rakyat, Agus Aras.

Ia meminta Pemkab Kutai Timur segera menindaklanjuti keluhan masyarakat terhadap kerusakan jalan utama dan satu-satunya menuju Sangatta, ibukota kabupaten Kutai Timur.

Salah satu sarannya adalah  berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah 12 yang ada di kota Balikpapan.

“Kerusakan jalan harus ditangani dengan cepat. Saya pikir, pemerintah daerah bisa berkoordinasi ke Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Melalui kantor Balai Pelaksana Jalan Nasional Wilayah 12 yang berkantor di Balikpapan. Langkah ini, harus segera dilakukan sebelum jatuh korban lakalantas, akibat jalan yang rusak,” ungkap politisi dari Partai Demokrat ini.

Ia berharap, ada action dari pemerintah untuk memperbaiki jalan yang rusak tersebut. Bahkan kalau bisa, tahun ini juga.

“Kita tahu, kondisi kerusakan jalan Sangatta-Bontang sudah berlangsung lama. Saat ini, yang tadinya hanya sebuah lekukan atau lubang kecil, sekarang sudah lebih dalam. Pada jalan menanjak dan menurun menuju kawasan TNK juga semakin parah. Kendaraan kerap terhenti di jalan karena bagian bawah kendaraan tersangkut lubang yang dalam. Kondisi itu rawan kecelakaan,” ungkap Agus Aras.

Soal tipe jalan yang hanya klas IIIB atau bermuatan sumbu terberat (MST) hanya 8 ton, menurut Agus Aras, seharusnya pemerintah membangun jembatan timbang di pintu masuk kabupaten Kutai Timur. Dimana kendaraan berat akan melintas di jalan tersebut.

“Banyak mobil-mobil dan truk besar mengunakan jalur itu yang sepertinya kelebihan kapasitas. Ini juga salah satu faktor penyebab kerusakan jalan. Harus ada jembatan timbang di pintu masuk kabupaten Kutai Timur. Truk yang melebihi kapasitas, seharusnya tidak boleh lewat. Kalaupun diperbolehkan lewat, ada kompensasinya. Kerusakan jalan harus ditanggung,” ujar Agus Aras.

Selain itu, lanjut Agus, jalan poros Sangatta-Bontang jangan hanya sekadar perbaikan bisa saja. Ia menyarankan peningkatan klas jalan, menjadi di atas IIIB.

Mengingat, kendaraan-kendaraan yang melintas tidak hanya kendaraan kecil, tapi juga kendaraan besar pengangkut alat berat dan truk berisi buah sawit.

Seperti diketahui, kerusakan jalan Sangatta-Bontang menjadi tren topik di media sosial, dua pekan belakangan ini. Berbagai kalangan masyarakat berkomentar tentang perlunya penanganan pemerintah secepat mungkin terhadap jalan tersebut.

Sementara jalan tersebut merupakan jalan negara yang pembangunan maupun perawatannya didanai APBN. Sehingga harus menunggu pemerintah pusat tergerak untuk memperbaikinya.(advertorial/sar)

Penulis: Margaret Sarita
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help