Pemkot Bertekad Bebaskan Kampung Mahasiswa Ini dari Banjir
"Makanya nanti kita buat rekayasa drainase. Supaya aliran airnya tidak langsung ke Pramuka," urai Sugeng.
Penulis: Rafan Dwinanto |
Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pemkot Samarinda berencana membebaskan Jalan Pramuka dari banjir.
Asisten II Setkot Samarinda, Segeng Chairudin menuturkan, beberapa waktu lalu sejumlah tokoh Jalan Pramuka beraudiensi dengan Walikota Samarinda, Syaharie Jaang.
Dalam pertemuan tersebut, para tokoh ini mengeluhkan kondisi banjir yang kerap menggenangi jalan yang dijuluki sebagai kampung mahasiswa ini.
"Akibat banjir, jalan di sana juga ikut rusak. Jalan di sana juga akan kita perbaiki," kata Sugeng.
Menurut laporan warga Jalan Pramuka ini, banjir disebabkan dibukanya gorong-gorong di Jalan M Yamin, yang terhubung langsung dengan Jalan Pramuka.
"Makanya nanti kita buat rekayasa drainase. Supaya aliran airnya tidak langsung ke Pramuka," urai Sugeng.
Selain merekayasa drainase, perbaikan outlet drainase yang berada di Sungai Karang Mumus (SKM), di belakang Universitas Mulawarman (Unmul), akan dikerjakan.
Namun demikian, kata Sugeng, program-program tersebut baru bisa direalisasikan paling cepat di APBD Perubahan 2017 ini. "Sebab belum ada anggarannya di APBD 2017," katanya lagi.
Dalam waktu dekat, lanjut Sugeng, yang bisa dilakukan yakni menormalisasi drainase bekerja sama dengan masyarakat setempat.
"Kan banyak relawan di Pramuka yang peduli terhadap banjir. Kemudian kita arahkan PKL (pedagang kaki lima) supaya tidak menutup bak kontrol drainase. Selain itu, kita bisa arahkan PUTR (Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang), untuk mengeruk sedimentasi di drainase," kata Sugeng. (*)