TribunKaltim/

Breaking News

BREAKING NEWS - Air Rendam Desa, Warga Santan tak Berani Keluar Bertani, Ekonomi Lumpuh

Tak hanya itu, warga juga tak berani keluar menuju lahan pertanian mereka akibat ancaman binatang liar, yakni buaya dan ular.

BREAKING NEWS - Air Rendam Desa, Warga Santan tak Berani Keluar Bertani, Ekonomi Lumpuh
tribunkaltim.co/anjas pratama
Halaman salah satu SD di Desa Santan, Marang Kayu, Kukar yang terendam setinggi dada orang dewasa, Senin (3/4/2017) 

TRIBUNKALTIM.CO, MARANGKAYU - Banjir yang melanda 3 desa, Santan Ilir, Tengah dan Ulu sejak Jumat lalu juga berimbas pada ekonomi masyarakat hingga Senin (3/4/2017).

Sebagian masyarakat yang merupakan petani menyebut lahan tani mereka ikut mati akibat banjir selama 3 hari tersebut.

"Saya ada pohon cabai setengah hektare. Semestinya minggu ini sudah panen, tetapi pohon mati semua akibat banjir," ucap Taufik, salah satu warga Desa Santan Tengah.

Tak hanya itu, warga juga tak berani keluar menuju lahan pertanian mereka akibat ancaman binatang liar, yakni buaya dan ular.

Baca: BREAKING NEWS - Banjir Desa Santan, Sekolah Hingga Puskesmas Diliburkan

Sejak 1990, memang sudah ada 11 warga Desa Santan yang menjadi korban buaya sungai yang masuk ke pemukiman akibat banjir.

"Tadi malam saja ada dua ekor ayam yang diterkam buaya. Warga tak berani berkebun karena itu. Di malam hari saja, warga diminta untuk tak keluar rumah," kata Kepala Desa Santan Tengah, Nasrullah.

Terkait ekonomi lumpuh, dalam perjalanan menuju Desa Santan, beberapa sawah warga di Desa Semangko, Marang Kayu juga ikut tergenang. Panen hingga berton-ton dipastikan gagal.

"Padi sudah tak bisa dijual. Ini terpaksa dikonsumsi sendiri," ujar Sopiyaj, salah satu pekerja di sawah Desa Semangko, Kukar. (*)

Penulis: Anjas Pratama
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help