TribunKaltim/
Home »

News

» Etam

Dugaan Pungli TPK Palaran

Bukan Cuma 1, tapi Bareskrim Geledah 5 Rumah Sekretaris Komura

Penyidik telah menetapkan tersangka atas nama Dwi Harianto selaku sekretaris Komura dan melakukan penggeledahan 5 rumah Dwi yang berada di Samarinda

Bukan Cuma 1, tapi Bareskrim Geledah 5 Rumah Sekretaris Komura
TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HP
Rumah mewah di daerah RT 22, jalan poros KH Harun Nafsi, Samarinda Seberang milik DH, Sekretaris Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Samudra Sejahtera (Komura), yang disita polisi sebagai barang bukti kasus dugaan pungli di Terminal Peti Kemas (TPK) Palaran. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Penyidik Bareskrim Polri menggeledah lima rumah mewah tersangka pungli Pelabuhan Palaran Samarinda, Dwi Harianto.

Dwi diketahui menjabat sebagai Sekretaris Komura (Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat Samudra Sejahtera).

Ditemukan bukti dokumen berisi catatan diduga sejumlah pihak penerima aliran dana pungutan liar (Pungli) tersebut.

Demikian disampaikan Direktur II Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Tipideksus) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Agung Setya melalui pesan singkat, Selasa (4/4/2017).

"Penyidik telah menetapkan tersangka atas nama Dwi Harianto selaku sekretaria Komura dan melakukan penggeledahan di 5 rumah Dwi yang berada di Samarinda," kata Agung.

Baca: BREAKING NEWS - Soal Penetapan Sebagai Tersangka, Ini Kata Ketua Komura Jafar Abdul Gaffar

Baca: BREAKING NEWS - Mabes Polri Panggil Ketua Komura Jafar Abdul Gaffar Sebagai Tersangka

"Dari hasil penggeledahan, penyidik sedang mendalami pihak-pihak lain yang terlibat, termasuk pihak yang menerima aliran dana dari tersangka," sambungnya.

Diberitakan, tim gabungan Polri melakukan operasi tangkap tangan (OTT) praktik pungli atau pemerasan bongkar muat di Terminal Peti Kemas (TPK) Pelabuhan Palaran, Samarinda, Kalimantan Timur pada 17 Maret 2017.

Saat itu, petugas menemukan uang sebanyak Rp 6,1 miliar dalam empat kardus di dalam kantor Komura.

Halaman
12
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help