TribunKaltim/

Tak Ingin Kapal Kayu Hanya Jadi Legenda Mahakam, Kini Wisata Sungai Kian Bergeliat

"Jangankan ditarik bayaran Rp 10 ribu. Dikasih gratis pun kala itu warga menolak. Alasan takut, dan sebagainya," ungkap Aris.

Tak Ingin Kapal Kayu Hanya Jadi Legenda Mahakam, Kini Wisata Sungai Kian Bergeliat
TRIBUN KALTIM / MUHAMMAD AFRIDHO SEPTIAN
Rombongan IHGMA dan Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim sesaat setelah kapal wisata sungai Pesut Mahakam bersandar di Dermaga Pasar Pagi Samarinda, Sabtu (1/4/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Wisata Sungai Mahakam makin terkenal. Terlebih, saat ini sudah ada dua kapal wisata yakni Pesut Kita dan Pesut Mahakam yang melayani wisata Sungai Mahakam.

Saat ini, dua kapal wisata tersebut melayani warga umum di Hari Sabtu-Minggu. Dengan Rp 50 ribu, warga sudah bisa menikmati keindahan Sungai Mahakam, Jembatan Mahkota 2, sampai Jembatan Mahakam.

Sepanjang rute ini, warga bisa menyaksikan keindahan Kota Tepian dari sungai. Islamic Centre, Bigmall, kemegahan Jembatan Mahkota dan Mahakam, hingga lalu lalang ponton batubara jadi pemandangan selama trip berlangsung.

Niat mulia mengawali perjalanan kapal wisata ini.

Dulunya, kapal kayu berukuran panjang 32 meter, atau yang akrab disebut long boat ini, merupakan sarana transportasi utama dari Samarinda ke kawasan Hulu Mahakam.

Sarana dan prasarana lalu lintas darat dari Samarinda-Hulu Mahakam yang semakin baik, membuat kapal ini perlahan semakin ditinggalkan penumpang.

"Kami tak ingin kapal (kayu) ini hanya menjadi legenda. Seperti halnya Pesut. Karena kapal jenis ini merupakan legenda di Sungai Mahakam," kata Aris, pengelola kapal wisata, Minggu (8/4/2017).

Awal dirintis menjadi kapal wisata, menurut Aris, tak banyak warga yang mau berlayar menggunakan kapal jenis ini.

"Jangankan ditarik bayaran Rp 10 ribu. Dikasih gratis pun kala itu warga menolak. Alasan takut, dan sebagainya," ungkap Aris.

Halaman
12
Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help