Siap Berlaga di Dua Turnamen, Atlet Sepatu Roda Kaltim Matangkan Persiapan Fisik

Turnamen itu selevel dengan kejuaraan nasional, lantaran diikuti atlet sepatu roda se- Indonesia.

Siap Berlaga di Dua Turnamen, Atlet Sepatu Roda Kaltim Matangkan Persiapan Fisik
TRIBUN KALTIM / CORNEL DIMAS SATRIO KUSBIANANTO
Atlet Sepatu Roda Kaltim, Rangga berlatih di kompleks stadion Sempaja, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (9/4/2017). 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Cornel Dimas

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Atlet sepatu roda Kaltim tampak berlatih bebas mengitari kompleks stadion Sempaja, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (9/4/2017) pukul 17.00 Wita. Ada tujuh atlet yang terlibat dalam latihan yang digelar setiap hari, kecuali Sabtu.

Pelatih Sepatu Roda Kaltim, Romiansyah, mengatakan latihan tersebut bertujuan untuk mempersiapkan atletnya yang akan turun di dua turnamen berbeda dalam waktu dekat.

"Kita mau mengikuti kejuaraan open turnamen tanggal 15-16 April di Malang, Jawa Timur dan sekitar 20-21 Mei atau akhir bulan puasa di Karawang, Jawa Barat. Jadi kami harus berlatih ekstra," kata Romiansyah.

Turnamen itu selevel dengan kejuaraan nasional, lantaran diikuti atlet sepatu roda se- Indonesia.

Menurut Romi, Kaltim akan menurunkan kira-kira 10 atletnya. Termasuk dua atlet yang saat ini masih menjalani Pelatnas, yaitu Sukma Intan Sari dan Anissa.

"Kami mulai latihan pukul 15.00 - 17.00 Wita di kawasan Stadion Sempaja. Latihannya lebih kepada daya tahan fisik mereka. Kami melihat bagaimana progres fisik mereka selama ini supaya lebih siap saat bertanding di turnamen," ucapnya.

Ia mengungkapkan dua turnamen itu sekaligus akan menjadi pemanasan dan persiapan atletnya pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) di Semarang, Jawa Tengah.

Selain itu, bagi atlet Pelatnas, yaitu Sukma dan Anissa, turnamen tersebut menjadi pembuktian mereka untuk bergabung di tim Merah Putih pada gelaran Asian Games 2018 mendatang.

"Jadi untuk atlet Pelatnas ini nanti ada sistem degradasi hingga akhir Desember untuk persiapan Asian Games 2018. Nah itu dilihat berdasarkan limit waktu peringkat nasionalnya, apakah bertahan atau tidak. Kalau peringkatnya jatuh, ya dia akan terdegradasi, dan diganti dengan atlet yang peringkatnya lebih tinggi," ungkap Romiansyah. (*)

Penulis: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help