Fashion

Selain Perang dan ISIS, di Irak juga Ada Mr.Erbil, Blognya Pria-pria Ganteng. . .

Menggunakan nama akun Mr.Erbil di Instagram, pria-pria asal kota Erbil, Kurdistan, Irak ini bergaya bak kaum hipster di Inggris dengan busana karya me

Selain Perang dan ISIS, di Irak juga Ada Mr.Erbil, Blognya Pria-pria Ganteng. . .
INSTAGRAM
Mr.Erbil 

TRIBUNKALTIM.CO -- Ketika membaca nama negara Irak di berita, salah satu hal yang terbayang adalah perang dan ISIS.

Padahal, negara tersebut lebih dari kedua topik ini dan sekelompok pria tampan dari Kurdistan membuktikannya via media sosial.

Menggunakan nama akun Mr.Erbil di Instagram, pria-pria asal kota Erbil, Kurdistan, Irak ini bergaya bak kaum hipster di Inggris dengan busana karya mereka sendiri.

Pendiri Mr.Erbil, Goran Pshtiwan, bercerita kepada Metro.co.uk bahwa kelompok tersebut dibentuk setelah pertemuan Gents Gathering pada tahun 2016.

“Kita mendapat tangapan yang luar biasa positif dan itu memotivasi kita untuk melanjutkannya,” ujarnya.

Namun, lebih dari sekadar berdandan saja, Mr.Erbil ternyata juga punya beberapa agenda positif termasuk meningkatkan kesadaran masyarakat Kurdistan mengenai hak-hak wanita, mengangkat ekonomi daerah mereka yang kini lambat, dan melindungi lingkungan.

“Di Instagram dan Facebook, kami punya sebuah seri bernama ‘Gadis Inspirasi Kamis’ yang menjadi wadah kami untuk menunjukkan dukungan terhadap wanita-wanita yang aktif di komunitas kami dan berusaha mencapai tujuannya sendiri, baik dengan memproduksi produk lokal atau pun memperjuangkan hak-hak wanita,” urai Pshtiwan.

Selain seri tersebut, Mr.Erbil juga membuat video dalam 14 bahasa yang mengajak semua orang untuk menghentikan kekerasan terhadap wanita.

Lalu, untuk membantu mengangkat ekonomi daerah tersebut, Mr.Erbil juga sering kali bekerjasama dengan bisnis-bisnis lokal Kurdistan.

Rishn misalnya, perusahaan yang menjual produk-produk perawatan pria seperti minyak jenggot dan wax untuk kumis ini didirikan bersama anggota Mr.Erbil, Ahmed Nauzad.

Kini, produk-produk Rishn dijual di seluruh dunia.

Nauzad juga menambahkan bahwa semua anggota Mr.Erbil membuat busana mereka di penjahit lokal untuk membantu perekonomian Kurdistan, di samping mengekspresikan kreatifitas mereka. (Kompas.com/Shierine Wangsa Wibawa)

Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help