TribunKaltim/

Penyidik KPK Disiram Air Keras

Jadi Korban Penyiraman Air Keras, Penglihatan Novel Baswedan Terganggu

Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi yang datang menjenguk Novel mengatakan, terdapat luka lebam di kening sebelah kiri.

Jadi Korban Penyiraman Air Keras, Penglihatan Novel Baswedan Terganggu
KOMPAS.com/NABILLA TASHANDRA
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel baswedan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (18/12/2015) 

TRIBUNKALTIM.CO - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan masih mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (11/4/2017).

Kondisi kesehatan Novel sedikit menurun akibat siraman cairan diduga air keras yang dilakukan orang tak dikenal.

Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi yang datang menjenguk Novel mengatakan, terdapat luka lebam di kening sebelah kiri.

Baca: Waduh, Buru-buru Dilarikan ke Rumah Sakit, Penyidik KPK Novel Baswedan Disiram Air Keras

Selain itu, siraman cairan juga melukai kedua mata Novel.

"Pandangannya agak kabur, mata kiri kalau tidak salah. Saat ini sedang diperiksa sama dokter," ujar Johan di RS Mitra Keluarga.

Hal serupa juga dikatakan penyidik KPK HN Christian. Menurut dia, penglihatan Novel terganggu sehingga membutuhkan perawatan khusus dari tim dokter.

Novel disiram cairan yang diduga air keras oleh orang tak dikenal di dekat Masjid Jami Al Ihsan, Selasa pagi.

Saat itu, Novel baru saja selesai menunaikan shalat Subuh berjemaah di masjid dekat rumahnya tersebut sekitar pukul 05.10 WIB.

Baca: Geram, Netizen Mengutuk Aksi Penyiraman Air Keras ke Novel Baswedan

Novel Baswedan merupakan Kepala Satuan Tugas yang menangani beberapa perkara besar yang sedang ditangani KPK.

Salah satunya adalah kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.

Beberapa waktu terakhir, Novel terlibat persoalan di internal KPK. Novel yang mewakili Wadah Pegawai KPK menolak secara tegas rencana agar Kepala Satuan Tugas ( Kasatgas) diangkat langsung dari anggota Polri yang belum pernah bertugas di KPK sebelumnya. (Kompas.com/Abba Gabrillin)

Editor: Ayuk Fitri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help