TribunKaltim/

Dugaan Pungli di TPK Palaran

Terlalu Besar, Matrejo Nyerah Jaga Rumah Tersangka Pungli

"Di belakang ada kolam renang, lalu ada alat fitnes, termasuk ada sarang burung walet di atas garasi itu," tuturnya.

Terlalu Besar, Matrejo Nyerah Jaga Rumah Tersangka Pungli
TRIBUN KALTIM / CHRISTOPER DESMAWANGGA
Rumah Sekretaris Komura, Dwi Hariwinarno di Jalan Harun Nafsi mendapat penjagaan dari personil Brimob Polda Kaltim. Kedatangan kepolisian guna menyita aset yang diduga merupakan hasil pungli yang dilakukan tersangka, Rabu (12/4/2017). 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Christoper D

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Rumah megah yang terdapat di jalan Harun Nafsi, Samarinda Seberang, yang merupakan milik dari sekretaris Komura, Dwi Hariwinarno, salah satu tersangka kasus pungli jasa bongkar muat di terminal peti kemas Palaran, kembali didatangi tim Bareskrim Mabes Polri, guna menyita sejumlah aset milik tersangka.

Kemegahan memang tampak dari tampilan luar rumah yang didnominasi warna putih itu. Isi rumah tersebut tak kalah mewah.

Dari informasi yang diperoleh Tribunkaltim.co, di dalam rumah tersebut terdapat beberapa perlatan fitnes dan sejumlah fasilitas lainnya, termasuk kolam renang. Namun ruang gerak awak media terbatas untuk dapat menelusuri rumah megah tersebut.

Matrejo (70), warga perum Komura, yang merupakan mantan pekerja dibawah naungan Komura itu menceritakan, dirinya sempat ditawari oleh pemilik rumah untuk menjadi petugas keamanan rumah tersebut.

Namun, dirinya menolak karena rumah tersebut terlalu besar. Walau rumah itu terpasang sejumlah kamera CCTV disejumlah titik, namun dirinya tetap menolak, karena merasa tidak sanggup.

"Besar sekali rumah ini, jadi saya tolak bekerja di sini," ungkapnya, Rabu (12/4/2017).

Dia pun cukup hafal isi dari rumah tersebut. Dia mengatakan di belakang rumah terdapat kolam renang, lalu terdapat peralatan fitnes yang kerap digunakan oleh anak tersangka.

Lalu, garasi yang terdapat di rumah tersebut, dapat menampung lebih dari tujuh kendaraan roda empat, termasuk kendaraan roda dua. Bahkan, di pekarangan rumah juga terdapat gazebo dengan ukiran kayu, termasuk satu ring basket.

"Di belakang ada kolam renang, lalu ada alat fitnes, termasuk ada sarang burung walet di atas garasi itu," tuturnya.

Namun, dirinya tidak tahu pasti ada berapa jumlah kamar di rumah itu. Dia memerkirakan terdapat lebih tiga kamar, yang ukurannya besar-besar.

"Selain sebagai pengurus Komura, dia (Dwi) juga punya usaha pemborong bangunan, bahkan usahanya ini sampai ke Balikpapan. Padahal dia dulunya hanya buruh biasa, sama seperti saya, tapi nasibnya berbeda," urainya. 

"Orangnya kurang bergaul, tapi setahu saya sejak dulu tidak pernah terlibat masalah. Sudah dua tahun dia tinggal disini, dulunya rumahnya di perum Komura juga, jadi sekeluarga tinggal disini," ungkapnya. (*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help