4 Desa di Kaltara Berjuang Menjadi Desa Mandiri, Begini Kendala yang Dihadapi

"Kaltara belum punya desa mandiri. Kami harap 4 desa ini naik tingkat. Peluangnya sangat besar sekali. Akan tetapi review-nya masih dikumpulkan.

4 Desa di Kaltara Berjuang Menjadi Desa Mandiri, Begini Kendala yang Dihadapi
TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD ARFAN
Wahyuni Nuzband, Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kalimamtan Utara. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Indeks Desa Membangunan (IDM) Tahun 2017 masih dilakukan pendataan oleh tenaga-tenaga ahli dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) dan Transmigrasi.

Dalam IDM sedikitnya ada 4 tingkatan desa masing-masing desa Sangat Tertinggal, Desa Tertinggal, Desa Maju, dan Desa Mandiri.

Kalimantan Utara menargetkan 4 Desa Maju bisa naik tingkat menjadi desa mandiri.

Keempat desa tersebut ialah Desa Tideng Pale Kecamatan Sesayap (Tana Tidung), Desa Sungai Nyamuk Kecamatan Sebatik Timur (Nunukan), Desa Sanur Kecamatan Tulin Onsoi (Nunukan), dan Desa Malinau Kota Kecamatan Malinau Kota (Malinau).

"Kaltara belum punya desa mandiri. Kami harap 4 desa ini naik tingkat. Peluangnya sangat besar sekali. Akan tetapi review-nya masih dikumpulkan.

Ketika kami dapatkan datanya tidak langsung bisa kamj klaim bahwa naik kelas. Karena harus diteruskan dulu ke pusat," sebut Wahyuni Nuzband, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kalimantan Utara, Senin (17/4/2017) saat disua Tribun pukul 15.30 Wita.

Berdasarkan IDM Tahun 2014, di Kalimantan Utara masih terdapat 65,32 persen desa berkategori Sangat Tertinggal atau mencapai 290 desa dari 444 desa. Selanjutnya 26,35 persen atau 117 kategori Desa Tertinggal. Lalu Desa Berkembang baru 7,43 persen atau sebanyak 33 desa.

"Kami optimistis banyak desa yang akan naik tingkatan. Tetapi harus kita akui juga bahwa masih banyak tantangan yang kita hadapi," kata Wahyuni.

Tantangan yang dimaksud seperti masih adanya persoalan kompleks di bidang konektivitas antar wilayah. Hal ini katanya menjadi tantangan berat yang bisa memperlambat pembangunan di desa.

Namun tuturnya hal seperri ini dapat dimaklumi karena usia Kalimantan Utara yang baru jalan menuju 4 tahun.

"Ketika interkoneksi kurang terbangun seperti jalan dan sebagainya tentu pembangunan lain juga mengalami perlambatan," katanya.

Namun arah kebijakan pemerintah dan pemerintah daerah tahun ini dan tahun 2018 mendatang kata Wahyuni diharap bisa menjadi pembuka peluang tumbuh-kembangnya desa ke arah yang lebih baik.

"Kami juga terus lakukan sosialisasi kepada masyarakat termasuk peningkatan kapasitas aparatur desa untuk mencapai Desa Berkembang, Desa Maju, dan Desa Mandiri," sebutnya. (*)

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help