TribunKaltim/

Pasar Induk Nunukan Tidak Bisa Difungsikan, Mantan Kabid Bina Marga Jadi Tersangka Baru Korupsi  

Sudah kami tahan Baharuddin. tinggal kami limpahkan ke pengadilan,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur, Acin Muksin,

Pasar Induk Nunukan Tidak Bisa Difungsikan, Mantan Kabid Bina Marga Jadi Tersangka Baru Korupsi  
TRIBUNKALTIM.CO/NIKO RURU
Kondisi langit-langit bangunan pasar induk, Kecamatan Nunukan yang hingga kini belum bisa dimanfaatkan. Kejati Kaltim menetapkan tersangka baru atas dugaan korupsi di Kabupaten Nunukan. 

 

TRIBUNKALTIM.CO,NUNUKAN- Kejaksaan Tinggi Kaltimtara menetapkan mantan Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Baharuddin Sampe Ruru sebagai tersangka baru korupsi pembangunan pasar induk Nunukan Jilid II.

Sebelumnya Kejati Kaltim sudah menetapkan tersangka terhadap kontraktor, Jayadi Rusman dan mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, Abdul Azis Muhammadiyah, 

‘’Sudah kami tahan Baharuddin. Pemberkasan sudah beres, tinggal kami limpahkan ke pengadilan,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur, Acin Muksin, Selasa (18/4/2017).

Baharuddin ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu terkait jabatannya sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) saat proyek berlangsung.

Dia menjadi PPTK berdasarkan Keputusan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Nunukan Nomor 600/10/sk-KDPU/IV/2006, tanggal 24 April 2006.

‘’Yang bersangkutan ketika menjabat PPTK melakukan addendum kontrak atau perubahan spesifikasi terhadap RAB kontrak awal dengan pelaksana Ir Jayadi Rusman,” ujarnya.

Sedangkan Jayadi saat itu mengerjakan pembangunan pasar induk dengan menggunakan perusahaan CV Amalia.

“Dia melaksanakan pekerjaan yang telah di addendum atau perubahan spesifikasi/ struktur/ pondasi bangunan turun dan bangunan tidak dapat dimanfaatkan atau difungsikan sampai saat ini,” ujarnya.

Tersangka lainnya Azis Muhammadiyah diketahui belum selesai menghabiskan masa tahanan selama 10 tahun sebagai narapidana korupsi gratifikasi dan pencucian uang.

Halaman
12
Penulis: Niko Ruru
Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help