TribunKaltim/

Warta DPRD Kutai Timur

PDRB Kutai Timur Masih Didominasi Pertambangan

masih terbilang cukup baik. PDRB atas harga berlaku 2016 sebesar Rp 89,95 triliun lebih rendah dibanding 2015 lalu sebesar Rp 93,49 triliun

PDRB Kutai Timur Masih Didominasi Pertambangan
TRIBUNKALTIM.CO/MARGARET SARITA
Bupati Kutai Timur Ismunandar menyampaikan nota pengantar Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) dalam rapat paripurna di ruang sidang utama Kantor DPRD Kutim 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA – Dipimpin Ketua DPRD Mahyunadi dengan didampingi Wakil Ketua DPRD Yulianus Palangiran dan Encek UR Firgasih,  DPRD kabupaten Kutai Timur menggelar sidang paripurna penyampaian nota pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Kutai Timur tahun 2016 di ruang sidang utama gedung DPRD Kutim, Senin (17/4) sore.

Dalam penyampaiannya, Bupati Ismunandar mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Kutim yahun 2016 yang dilihat dari struktur serta Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita, meski mengalami penurunan disbanding tahun sebelumnya.

Namun masih terbilang cukup baik. PDRB atas harga berlaku 2016 sebesar Rp 89,95 triliun lebih rendah dibanding 2015 lalu sebesar Rp 93,49 triliun. Sementara, PDRB atas harga baku tanpa migas dan batubara di 2016 meningkat menjadi Rp 25,96 triliun dari Rp 24,74 triliun di 2015 lalu.

"Pertumbuhan ekonomi 2015 sebesar 1,33 persen, sedangkan tanpa migas 1,35 persen, tanpa migas dan batubara 2,86 persen.

Namun di 2016 pertumbuhan ekonomi melambat menjadi 1,02 persen, tanpa migas melambat 1,11 persen, dan tanpa migas batubara 2,97 persen. PDRB masih didominasi oleh pertumbuhan sektor partambangan dan penggalian yang menyumbang kontribusi sebesar 78,74 persen,” kata Ismunandar. 

Kemajuan pembangunan, kata Ismunandar, terjadi di sektor pertanian, yang tahun 2016 lalu menempati urutan pertama dalam penyerapan tenaga kerja. Yakni, 136.106 orang, terbagi 71.674 pekerja di perkebunan kelapa sawit, dan 58,86 persen lainnya di sektor pertanian.

Sayangnya, lanjut Ismunandar, sektor tanaman pangan mengalami penurunan. Akibat menurunnya produktifitas padi sawah dari 49,56 kw/ha di 2015, menjadi 49,50 kw/ha di 2016. Namun, untuk sektor ladang, mengalami peningkatan dari 25,34 kw/ha menjadi 25.57 kw/ha di 2016 lalu.

"Kita juga memiliki peternakan dengan produksi daging sapi, sebanyak 440,89 ton, daging kambing 50,07 ton, unggas ayam ras 2.131,58 ton dan telur ayam ras sebanyak 23,30 ton,” ujar Ismunandar.

Pembangunan infrastruktur jalan pun juga terus meningkat di tahun 2016 menjadi, 1.105,76 km. Begitu juga layanan air bersih yang meningkat seitar 7 persen disbanding tahun 2015 lalu dan pembangunan rumah layak huni yang secara kumulatif sudah mencapai 1.429 unit di tahun 2016 lalu.

"Dengan segala pencapaian yang telah diraih, tidak hentinya pemerintah terus berupaya agar Kutim lebih maju lagi dan berkembang," kata Ismunandar.

Menanggapi LKPJ Bupati,  Wakil Ketua II DPRD, Encek UR Firgasih berharap masa kepemimpinan Ismu-KB ke depan dapat lebih maju dan menyejahterakan masyarakat.

“Sebagai wakil rakyat, segala program pembangunan pemerintah yang bertujuan untuk kepentingan rakyat, DPRD akan selalu mendukung dan mendorong program tersebut agar terealisasikan. 

Seperti pembangunan Infastruktur, kebutuhan dasar masyarakat, air bersih dan listrik, agar dioptimalkan secara kesekeluruhan menjadi prioritas utama,” kata Encek Firgasih.(advertorial/sar)

F

Penulis: Margaret Sarita
Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help