TribunKaltim/

Relationship

Usia Berapa Manusia Ada di Puncak Kebahagiaannya?

Kebahagiaan memang akan terus kita kejar sepanjang usia, tetapi kapankah sebenarnya puncak rasa bahagia kita sebaga manusia?

Usia Berapa Manusia Ada di Puncak Kebahagiaannya?
sheknows.com
Ilustrasi 

TRIBUNKALTIM.CO -- Kebahagiaan memang akan terus kita kejar sepanjang usia, tetapi kapankah sebenarnya puncak rasa bahagia kita sebaga manusia?

Menurut sebuah studi, usia 23 tahun dan 69 tahun adalah masa ketika kita merasa paling bahagia.

Kebahagiaan hidup disebutkan mengikuti kurva berbentuk "U", yang akan terus mengalami penurunan setelah kita berumur 23 tahun lalu menjadi fase mendatar di usia dewasa, lalu naik kembali di usia pertengahan.

Demikian kesimpulan peneliti dari London School of Economics yang mewawancara 23.000 orang dewasa di Jerman berusia 17-85 tahun.

Mereka ditanya tentang tingkat kebahagiaan dan juga tentang apa yang akan mereka rasakan dalam lima tahun.

Kemudian, 5 tahun kemudian para responden itu ditanya lagi tentang tingkat kebahagiaannya.

Hasil penelitian itu mungkin akan bias karena orang muda cenderung berlebihan memperkirakan kebahagiaannya di masa datang. Sebaliknya, orang berusia lanjut justru meremehkan tingkat kebahagiaannya.

Sebagai contoh, di usia tua, para responden memprediksi level kebahagiaan mereka akan datar, sementara kenyataannya justru meningkat.

Kabar baiknya, kebahagiaan adalah sesuatu yang bisa kita upayakan. Misalnya, memiliki hubungan yang romantis dengan pasangan. Studi menyimpulkan, orang yang sering berhubungan seksual cenderung lebih bahagia.

Yang harus diingat, bukan hubungan seksnya yang mendatangkan kepuasan, tetapi waktu yang dihabiskan untuk saling menunjukkan rasa cinta dan perasaan setelah bercintalah yang meningkatkan rasa bahagia.

Bila Anda masih melajang, meluangkan waktu bersama orang terdekat, bisa sahabat atau keluarga, juga dapat mendongkrak level hormon cinta atau oksitosin di otak.

Cara lain untuk meraih bahagia adalah dengan menjaga gaya hidup sehat. Rutin berolahraga terbukti menurunkan kadar stres dan meningkatkan rasa puas. Sementara menjaga pola makan juga membuat kita lebih bersyukur pada rahmat kesehatan yang diberi Tuhan. (Kompas.com/Lusia Kus Anna)

Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help