TribunKaltim/

DKN: Malaysia Mati Jika Perkebunan Sawit Berkembang di Sepanjang Perbatasan Ini

pemerintah harus hadir untuk mendukung keberadaan perkebunan kelapa sawit di perbatasan Republik Indonesia- Malaysia.

DKN: Malaysia Mati Jika Perkebunan Sawit Berkembang di Sepanjang Perbatasan Ini
TRIBUNKALTIM.CO/NIKO RURU
Inilah hamparan perkebunan kelapa sawit di wilayah Malaysia di bagian Pulau Sebatik. 

Jika Berkembang di Nunukan, Kelapa Sawit Malaysia Mati



TRIBUNKALTIM.CO,NUNUKAN- Pembantu Deputi Urusan Rencana Kontijensi Dewan Ketahanan Nasional, Marsma TNI Deri Pemba Syafar MM meyakini usaha perkebunan kelapa sawit di Malaysia akan mati jika perkebunan di Kabupaten Nunukan bisa berkembang dengan perizinan yang dipermudah.

“Kalau IUP-nya bagus, tidak ada tumpang tindih, Malaysia mati. Karena Malaysia tenaganya dari kita. Dia nggak ada yang kerja, tenaganya dari kita,” ujarnya Rabu (19/4/2017) usai meninjau pabrik kelapa sawit PT Sempurna Sejahtera di Pulau Sebatik.

Menurutnya, dengan menempatkan para tenaga kerja Indonesia bekerja di perkebunan sawit di Kabupaten Nunukan, bukan tidak mungkin perkebunan kelapa sawit yang ada di Malaysia akan tutup.

“Itu harus dipikirkan kita bersama. Mau dia di Sebatik, dia di Siemanggaris, perusahaan- perusahaan di perbatasan. Itu semuanya kalau orang-orang Indonesia yang ada di Malaysia kembali ditampung di situ, ya tutup semuanya kelapa sawit di sana,” ujarnya.

Dia mengatakan, pemerintah harus hadir untuk mendukung keberadaan perkebunan kelapa sawit di perbatasan Republik Indonesia- Malaysia.

“RUT sudah benar, tinggal dia jangan dipersulit. Karena dia datang itu untuk menampung TKI. Kalau di sini 200 bisa sampai menampung 1 juta petani-petani, yang dari TKI dimasukkin di sini selesai permasalahannya,” ujarnya.

Dia mengatakan, selama ini para Tenaga Kerja Indonesia yang bekerja di Malaysia sudah sangat menderita.

“Kan di sana juga sengsara. Pernah tidak masuk ke Malaysia? Bagaimana tenaga kerja Indonesia ditakut-takuti? Upah lebih rendah. Upahkan rendah? Setiap gajian informasinya kan dia ditakut-takuti, akhirnya dia tidak punya duit,” ujarnya.(*)

Penulis: Niko Ruru
Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help