TribunKaltim/

Merasa tak Nyaman dengan Aktivitas Tambang, Warga 3 Desa Minta Direlokasi

Kondisi yang dikhawatirkan semakin buruk membuat warga takut jika hal ini akan terus dilalui oleh anak cucu mereka.

Merasa tak Nyaman dengan Aktivitas Tambang, Warga 3 Desa Minta Direlokasi
TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HP
Aktivitas tambang batu bara di Desa Mulawarman, Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kaltim. 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Semakin parahnya kondisi warga tiga dusun di Desa Mulawarman, Kutai Kartanegara akibat aktivitas tambang di sekitar desa tersebut membuat warga sepakat meminta bantuan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak.

Warga minta direlokasi ke daerah yang lebih aman.

Pernyataan warga tersebut disampaikan melalui lembar permohonan yang dibacakan Kepala Desa Mulawarman Mulyono di depan Gubernur Awang saat melakukan kunjungan ke lokasi tambang dekat Desa Mulawarman.

Kondisi yang dikhawatirkan semakin buruk membuat warga takut jika hal ini akan terus dilalui oleh anak cucu mereka.

"Misalnya saja, air PDAM. Di sini tak ada. Untuk bisa mendapatkan air bersih, warga harus mengebor. Itu pun airnya tak jernih. Bagaimana jenih, tambang bisa kelihatan dari belakang rumah, ujar Sumiati, warga Desa Karya Jaya.

Untuk masalah air, warga terpaksa membeli air per tandon Rp 50 ribu. Air tersebut sumbernya dari lubang-lubang tambang yang menampung air hujan. Air digunakan untuk menyuci, minum, dan mandi.

Hal lain yang dikeluhkan warga, seringnya hewan masuk ke rumah warga akibat hilangnya hutan di sekitar Desa Mulawarman.

"Dapur warga sering dimasuki monyet. Kami pertimbangkan anak cucu, makanya ingin direlokasi. Asalkan jangan di sini lagi. Kami sudah tak merasa nyaman di Desa Mulawarman," ucap Nurhadi, warga lainnya.

Pekerjaan warga usai lahan mereka diambil perusahaan tambang sekarang beralih jadi buruh.

"Ada yang bekerja sebagai buruh/ kuli. Ada yang tidak kerja. Pemuda-pemuda juga banyak yang tak sekolah, tak miliki ijazah, sehingga sulit bekerja," ujar Nurhadi.

Halaman
1234
Penulis: Anjas Pratama
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help