Polisi Pastikan Dua tersangka Baru Pungli di Nunukan Adalah Pejabat PT Pelni

Tunggu saja, sebentar lagi kami umumkan nama-nama tersangka lain dari kasus pungli Pelabuhan Tunon Taka dan Sebatik

Polisi Pastikan Dua tersangka Baru Pungli di Nunukan Adalah Pejabat PT Pelni
TRIBUN KALTIM/DOAN PARDEDE
Kegiatan di Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan. Para buruh menunggu angkutan barang penumpang di pelabuhan itu. Dugaan pungli terjadi antara lain di pelabuhan ini. 

 
TRIBUNKALTIM.CO,NUNUKAN- Penyidik Polres Nunukan segera melimpahkan kepada Kejaksaan Negeri Nunukan, berkas dua tersangka pungutan liar yang terjaring operasi tangkap tangan Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Kabupaten Nunukan di Pulau Nunukan dan Pulau Sebatik.

Ketua Satgas Saber Pungli Kabupaten Nunukan, Kompol Rizal Muchtar mengatakan, sebelumnya pihaknya telah melimpahkan berkas Samsul Bahri bin Haji Kanna (65).

Namun berkas tersangka pungutan liar over bagasi dan muatan palka di Pelabuhan Tunon Taka, Kecamatan Nunukan itu dikembalikan jaksa dengan sejumlah petunjuk.

“Kemarin jaksa beri petunjuk agar dilengkapi waktu mereka kembalikan berkas yang pungli Tunon Taka. Sekarang sudah siap dan minggu ini akan kami limpahkan sekalian dengan berkasnya OTT Pelabuhan Sebatik,’’ ujarnya, Rabu (19/4/2017).

Penyidik saat ini juga sedang melengkapi berkas Handi Angkawijaya (30), tersangka dalam kasus pungutan liar di Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Syahbandar Otoritas Pelabuhan Sungai Pancang Sebatik.'

Rizal mengatakan, selain keduanya akan ada tersangka baru dalam kasus pungutan liar di kedua pelabuhan itu.

 ‘’Tunggu saja, sebentar lagi kami umumkan nama-nama tersangka lain dari kasus pungli Pelabuhan Tunon Taka dan Sebatik. Mungkin bisa bersamaan, kami mau cepat,’’katanya.

Dalam kasus pungutan liar di Pulau Nunukan, penyidik mengincar dua tersangka baru selain Samsul.  

’Yang pasti keduanya pejabat PT Pelni dan kemungkinan bersamaan kita tetapkan statusnya nanti,” ujarnya.

Dalam kasus itu, baru Samsul Bahri yang ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan Mahrup bin Atmo Yusuf (47), pegawai harian lepas lainnya pada PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) Cabang Nunukan, hingga kini masih berstatus sebagai saksi.

Halaman
12
Penulis: Niko Ruru
Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help