TribunKaltim/

Bangun Baru Memberatkan, Pembenahan RSUD yang Sudah Ada Dinilai Lebih Tepat

Pinjaman ini sendiri sudah masuk dalam batang tubuh APBD Kaltara dan tinggal menunggu persetujuan DPRD Kaltara.

Bangun Baru Memberatkan, Pembenahan RSUD yang Sudah Ada Dinilai Lebih Tepat
TRIBUN KALTIM/DOAN PARDEDE
Warga beraktivitas di sekitar RSUD Soemarno Sosroatmotjo di Jalan Cendrawasih, Tanjung Selor, Rabu (19/4/2017). 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Saat ini, Pemprov Kaltara berencana untuk membangun rumah sakit rujukan tipe B di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan.

Demi keperluan pembangunan ini, Pemprov Kaltara akan meminjam dana sebesar Rp 340 miliar dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

Pinjaman ini sendiri sudah masuk dalam batang tubuh APBD Kaltara dan tinggal menunggu persetujuan DPRD Kaltara.

Ternyata, Wakil Gubernur Kaltara Udin Hianggio punya pendapat sendiri seputar rencana pembangunan rumah sakit tersebut.

Di sela-sela kunjungannya di RSUD Soemarno Sosroatmotjo Jalan Cendrawasih, Tanjung Selor Rabu (19/4/17), Udin secara pribadi mengaku tak mendukung pendirian rumah sakit tersebut.

Dari sisi tujuan, yakni untuk meningkatkan layanan kesehatan masyarakat, menurutnya memang benar.

Hanya saja, situasi dan kondisi yang ada saat ini masih sangat tidak tepat.

Ada beberapa alasan yang dia kemukakan. Pertama, Kabupaten Bulungan sudah memiliki rumah sakit dan posisinya juga berada di Tanjung Selor.

Dan berdasarkan pengamatannya secara langsung, RSUD Soemarno Sosroatmotjo ini masih sangat mungkin dikembangkan menjadi lebih baik.

"Kabupaten Bulungan ini sudah punya rumah sakit. Penduduk kita baru 100 ribu lebih. Kita berpikir jernih, bagaimana fasilitas-fasilitas yang ada disini yang kita sempurnakan," ujarnya.

Belum lagi, kata dia, dana yang akan digunakan untuk pembangunan ini juga masih harus meminjam dari pihak lain.

Bukan hanya akan dibebani oleh bunga pinjaman, biaya operasional untuk menjalankan sebuah rumah sakit baru, menurutnya bukanlah jumlah yang kecil.

"Kalau kita bangun rumah sakit baru, berapa besar biayanya. Apalagi ini dengan meminjam dana. Baru bunganya sudah berapa setahun," imbuhnya.

Hal serupa juga menurutnya bisa dilakukan di RSUD di Kota Tarakan, yang saat ini menjadi rumah sakit rujukan di Provinsi Kaltara.

Dan dia sangat meyakini, APBD Kaltara masih mampu untuk membenahi kedua RSUD ini, tanpa harus terbebani karena meminjam dana dari pihak lain.

"Kita tunggulah apa keputusan dari DPRD (Kaltara)," katanya. (*)

Penulis: Doan E Pardede
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help