Darurat Narkoba

Duh, Wanita Berumur Ini Jual Kosmetik Nyambi Edarkan Narkoba

Diapun membeli sabu sebanyak 250 gram seharga RM 35.000 atau Rp 105.00.000 dari seorang warga negara Filipina di Malaysia.

Duh, Wanita Berumur Ini Jual Kosmetik Nyambi Edarkan Narkoba
TRIBUN KALTIM / NIKO RURU
Barang bukti yang diamankan Polisi dari tersangka kasus sabu, Rasmidah. 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Selain mencari nafkah dengan menjual makanan dan kosmetik asal Malaysia yang dipasarkan di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Rasmidah (51) juga nyambi menyelundupkan narkotika golongan I jenis sabu.

Pernah berhasil lolos membawa sabu asal Malaysia, warga Jalan Benteng Galung RT 03, Desa Benteng, Kabupaten Pinrang ini akhirnya tidak berkutik saat Polisi menangkapnya pada Rabu (19/4/2017) sekitar pukul 16.30 Wita.

Dia dijemput sejumlah polisi dan turun dengan tangan terborgol dari kapal yang ditumpanginya dari Tawau, Negara Bagian Sabah, Malaysia saat tiba di Pelabuhan Tunon Taka, Kecamatan Nunukan.

Wanita berumur ini tidak bisa mengelak saat petugas menemukan 5 bungkus sabu dengan berat 250 gram. Barang haram itu disimpannya dalam tas yang dibawanya.

“Yang bersangkutan sudah dua kali masuk Tawau dari Pinrang untuk membeli makanan dan kosmetik dari Malaysia untuk dipasarkan di Pinrang. Sekaligus membawa narkoba. Mungkin dapat hasil lumayan jadinya mengulang lagi,’’ujar Kasubag Humas Polres Nunukan Iptu M Karyadi, Kamis (20/4/2017).

Dijelaskannya, pekan lalu Rasmidah membeli sabu di Tawau sebanyak 1 bal dengan harga RM 6.500 atau Rp 19.500.000. Usaha pertamanya berjalan mulus.

‘’Dia memanfaatkan statusnya sebagai penjual bedak kosmetik untuk menjual sabu. Mata pencahariannya jualan kosmetik, sudah lima tahun jualan pupur, baju yang dia ambil dari Kota Kinabalu juga Tawau. Mungkin mau penghasilan cepat akhirnya kulak sabu,’’ katanya.

Setelah upaya menyelundupkan sabu yang pertama berjalan mulus, dia mencoba peruntungan dengan membawa sabu dalam jumlah besar. Diapun membeli sabu sebanyak 250 gram seharga RM 35.000 atau Rp 105.00.000 dari seorang warga negara Filipina di Malaysia.

“Sekarang warga Filipina ini masuk DPO,” ujarnya.

Direncanakan, sabu itu akan diambil orang yang tidak dikenal di Pare Pare, Sulawesi Selatan.

“Namun saat yang bersangkutan sampai di Pelabuhan Tunon Taka dilakukan geledah oleh Satreskoba dan didapati BB di dalam tas yang bersangkutan,” ujarnya.

Selain mengamankan sabu sebanyak lima bungkus, Polisi juga mengamankan uang tunai jutaan rupiah, satu unit telepon seluler, serta sejumlah kartu ATM dan surat-surat penting.

Dengan bukti-bukti tersebut, polisi melakukan penahanan terhadap Rasmidah untuk selanjutnya menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. (*)

Penulis: Niko Ruru
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help