Jasno: Uang untuk Proyek Pengendalian Banjir Bisa Dicari Bersama

Kondisi ini juga diperparah dengan keuangan Provinsi Kaltim yang bernasib serupa.

Jasno: Uang untuk Proyek Pengendalian Banjir Bisa Dicari Bersama
TRIBUN KALTIM / RAFAN DWINANTO
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Jasno 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kemampuan keuangan  jadi alasan utama Pemkot Samarinda membatalkan proyek pengendalian banjir berskema multiyears contract (MYC).

Namun, Anggota DPRD Samarinda, Jasno, menilai alasan tersebut, tidak tepat. 

"Kan ada alokasi Rp 35 miliar. Itu dibagi dua saja, Rp 25 miliar untuk Jalan KH Wahid Hasyim dan Rp 10 miliar untuk di Jalan DI Pandjaitan," jelasnya, Kamis (20/4/2017).

Diketahui, Pemkot memutuskan membatalkan MYC lantaran memerkirakan kondisi keuangan di tahun-tahun mendatang, tak jauh berbeda dengan tahun ini.

Kondisi ini juga diperparah dengan keuangan Provinsi Kaltim yang bernasib serupa.

"Ya kalau mau dibilang tidak ada uang, semua daerah juga tidak ada uang. Tapi, uang itukan bisa diusahakan bersama," tegas Jasno.

Jasno berharap, Pemkot segera menjelaskan ke DPRD perihal pembatalan MYC tersebut. Jika hanya dibatalkan di satu titik, menurut Jasno, lebih baik semua MYC pengendalian banjir dibatalkan semuanya.

"Karena dua titik MYC itu sama-sama krusial. Jalan DI Pandjaitan itukan jadi akses satu-satunya ke bandara. Kalau banjir bagaimana?" tuturnya.

Sekadar informasi, Pemkot dan DPRD menetapkan dua program pengendalian banjir ke dalam skema pembiayaan MYC.

Titik pertama di Jalan KH Wahid Hasyim dengan alokasi Rp 225 miliar, kemudian di Jalan DI Pandjaitan sebesar Rp 175 miliar. (*)

Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help