TribunKaltim/

Jelang Ramadhan, Disperindagkop Pantau Pergerakan Harga Kebutuhan Pokok

Menurut Syarkawi, selama tidak terjadi cuaca buruk dan kelangkaan pangan di daerah penghasil secara masif, pasokan terbilang lancar.

Jelang Ramadhan, Disperindagkop Pantau Pergerakan Harga Kebutuhan Pokok
tribunkaltim.co/geafry necolsen
Pemantauan bahan-bahan kebutuhan pokok beberapa waktu lalu. Jelang Ramadhan tahun ini, Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) berencana memantau pasokan, cadangan dan harga kebutuhan pokok. 

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Geafry Necolsen

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Sudah menjadi ‘tradisi’ setiap tahun, menjelang bulan suci Ramadhan, sejumlah komuditas pasar, utamanya bahan pokok mengalami kenaikan.

Untuk mengantisipasi kondisi ini, Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) berencana memantau pasokan, cadangan dan harga kebutuhan pokok.

Kepala Disperindagkop Berau, M Syarkawi HAB mengatakan, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kenaikan harga dipicu oleh meningkatnya pola konsumsi masyarakat.

“Biasanya menjelang Ramadan semua harga bisa naik, karena pola konsumsi masyarakat juga meningkat,” ujarnya, Kamis (20/4/2017).

Sementara dari segi pasokan, menurut Syarkawi, selama tidak terjadi cuaca buruk dan kelangkaan pangan di daerah penghasil secara masif, terbilang lancar.

Baca: Suami Istri Bercinta di Bulan Ramadhan Boleh, tapi Ada Syaratnya. . .

Baca: Ini Waktu Mustajab Berdoa di Bulan Ramadhan, Salah Satunya Jelang Berbuka

Para distributor dan agen, kata Syarkawi sudah memperhitungkan kondisi seperti ini sehingga nyaris tak pernah terjadi kelangkaan pangan.

Lonjakan harga, kata Syarkawi justru disebabkan oleh permainan tengkulak dan oknum pedagang. Karena itu, pihaknya mengimbau agar pedagang tidak seenaknya menaikkan harga.

Pantauan Tribun di pasar induk Sanggam Adji Dilayas, sejumlah komuditas pasar sudah mulai naik.

Kenaikan harga tersebut menurut Syarkawi masih dalam batas wajar, kecuali harga berbagai jenis ikan laut dan sayuran mulai merangkak naik.

Namun kenaikan harga dua komuditas tersebut disebabkan oleh kondisi cuaca yang kurang bersahabat. (*)

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help