TribunKaltim/

Penasaran tak Dapat Ikan Besar, Sunandar Malah Tewas Saat Mancing

Padahal, Rabu (19/4/2017) malam, korban sudah memancing di sungai tersebut, namun karena hasil mancing malam itu tidak memuaskan.

Penasaran tak Dapat Ikan Besar, Sunandar Malah Tewas Saat Mancing
tribunkaltim.co/christoper desmawangga
Jenazah Sunandar, korban tewas yang ditemukan mengapung di sungai Karang Mumus, saat berada di ruang jenazah RSUD AW Syahranie, Kamis (20/4/2017). 

Laporan wartawan tribunkaltim.co, Christoper D

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kamis (20/4/2017) sekitar pukul 13.00 wita, warga di sekitar Perum Puspita Bengkuring, RT 9, Samarinda Utara, menemukan seorang pria tewas di sungai tersebut.

Diketahui korban bernama, Sunandar (39), warga jalan Ring Road II, Samarinda Utara, yang diduga tewas karena penyakit epilepsi yang diderita korban kambuh, saat korban sedang memancing di Sungai Karang Mumus tersebut.

M Zaini (35), salah seorang kerabat korban menjelaskan, sebelum ditemukan tewas di sungai tersebut, korban sempat pamit kepadanya sekitar pukul 11.00 wita tadi, untuk memancing di sungai tersebut.

Padahal, Rabu (19/4/2017) malam, korban sudah memancing di sungai tersebut, namun karena hasil mancing malam itu tidak memuaskan, korban akhirnya kembali ke lokasi mancing, guna mendapatkan tangkapan yang besar.

"Sempat bilang sama saya mau mancing, dia hobinya memang mancing. Biasanya kalau ramai-ramai mancingnya di tepian sungai Mahakam, tapi kalau sendirian mancingnya di tempat yang dekat-dekat saja," ungkapnya saat ditemui di ruang jenazah RSUD AW Syahranie, Kamis (20/4/2017).

Baca: Sadis. . . Sekeluarga Dibakar hingga Tewas, Pelakunya Ternyata Masih Kerabat

Baca: BREAKING NEWS - Mamang cs Hendak Memancing, Kapal Ketinting Malah Tenggelam di Sungai Segah

Selama ini, korban dikenal bekerja sebagai buruh bangunan, yang telah memiliki tiga anak. Dan, rabu (19/4) kemarin, diketahui korban sehabis menerima gaji dari tempat korban kerja.

"Sudah dua bulan di Samarinda, asalnya dari Jawa Tengah, dan disini tinggal sama saya, kerjanya juga ditempat saya kerja, sebagau buruh bangunan," ungkapnya.

Sementara itu, kerabat korban lainnya, Alip (26) membenarkan, jika korban mengidap penyakit epilepsi yang sering kambuh ketika korban kecapean.

"Kalau kecapean, sering kambuh epilepsinya," ungkapnya.

Kepolisian sendiri telah mengmankan sejumlah barang bukti di lokasi penemuan korban, diantaranya sebungkus rokok, tas hitam, wadah umpan dan perlengkapan memancing. (*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About us
Help